RSS

Teknolog Pendidikan dalam Kurikulum 2013

08 May

Struktur kurikulum 2013 tidak mencantumkan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai mata pelajaran di sekolah dasar dan menengah. Berkenaan dengan akan diterapkannya kurikulum 2013, mata pelajaran TIK terintegrasi pada semua mata pelajaran. Artinya, meskipun tidak dicantumkan mata pelajaran TIK namun keterampilan menggunakan peralatan TIK mutlak digunakan untuk kelancaran proses pembelajaran. Keterampilan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dibutuhkan untuk melakukan individualisasi pembelajaran pada semua mata pelajaran. Jika kurikulum 2013 diterapkan maka semua kelas akan memiliki satu unit komputer untuk setiap siswa. Siswa akan mengeksplor pengetahuannya dari peralatan TIK.

Peranan guru dalam kurikulum 2013 adalah sebagai fasilitator yang membantu siswa memecahkan masalah belajar yang dialaminya. Guru membimbing siswa agar memiliki pengalaman langsung dalam pembelajaran melalui pembelajaran yang berbasis TIK. Namun permasalahan yang muncul kemudian adalah, media mana yang digunakan oleh guru maupun siswa dalam proses pembelajaran. Apakah media tersebut dapat memenuhi gaya belajar siswa, memenuhi karakteristik siswa yang berbeda dan bagaimana dengan kemampuan awal siswa terhadap media tersebut.

Hal tersebut beberapa sekelumit masalah dalam pengaadaan media dalam proses pembelajaran yang di dalamnya terintegrasi kemampuan teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, kendala terbesar saat ini adalah guru belum mampu merancang dan menghasilkan media pembelajaran yang berbasiskan teknologi informasi dan komunikasi untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Sedangkan media yang dibutuhkan adalah media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK/ICT) yang memenuhi gaya belajar siswa, seperti media pembelajaran berbasis komputer, multimedia, animasi, audio video dan media pembelajaran berbasis website.

Hasil observasi pada beberapa sekolah menunjukkan bahwa kemampuan guru-guru saat ini belum memadai untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis TIK yang dimaksud. Selama ini guru-guru hanya mengandalkan ceramah, diskusi, praktik laboratorium dan kunjungan lapangan dalam proses pembelajaran. Padahal untuk penerapan kurikulum 2013 semua mata pelajaran sudah terintegrasi dengan TIK. Artinya siswa akan benar-benar merasa belajar langsung melalui eksperimen, demontrasi dan kunjungan lapangan namun mereka sesungguhnya berada pada ruang kelas. Siswa dapat merasakan sendiri belajar dengan melakukan sendiri menggunakan media pembelajaran atau bahan ajar yang berbasis TIK. Dengan mengklik satu tombol siswa seolah-oleh berada pada dunia nyata. Suasana belajar seperti itu yang dimaksudkan jika TIK terintegrasi pada semua mata pelajaran. Untuk menciptakan suasana seperti itu mutlak dibutuhkan media atau bahan ajar multimedia.

Media pembelajaran menurut Rayandra (2011) berperan sangat penting yaitu suatu sarana atau perangkat yang berfungsi sebagai perantara atau saluran dalam proses pembelajaran. Sedangkan bahan ajar adalah bahan-bahan atau materi ajar yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran (Paulina Pannen dan Purwanto, 2005). Media pembelajaran atau bahan ajar merupakan komponen pembelajaran yang membantu mencapai tujuan sistem pembelajaran. Sebagai mana hukum sebuah sistem, satu komponen tidak berfungsi sebagai mana mestinya maka keseluruhan dari sistem akan terganggu.

Pelaksanaan kurikulum 2013 tanpa peralatan dan perangkat pembelajaran yang mendukung mustahil akan mencapai tujuan yang ditetapkan. Jika mengandalkan strategi-strategi belajar sebelumnya maka bukan kurikulum 2013 namanya. Oleh sebab itu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan mesti disediakan terlebih dahulu media pembelajaran atau bahan ajar multimedia. Menurut Rayandra (2011), bahan ajar multimedia merupakan bahan ajar yang berbasis teknologi multimedia, yaitu penggabungan dari dua unsur media yang berbeda. Dan saat kini tersedia banyak program (software) yang bisa diandalkan untuk mengembangkan bahan ajar multimedia untuk semua mata pelajaran.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mestinya peranan perancang pembelajaran yaitu Teknologi Pendidikan harus dapat memecahkan masalah yang ada. Yusufhadi (2011) menjelaskan bahwa Teknologi Pendidikan harus memili tekad 1) perluasan dan pemerataan kesempatan belajar, 2) meningkatkan mutu pendidikan, 3) menyempurnakan sistem penddikan, 4) penigkatan partisipasi masyarakat dan 5) penyempurnaan pelasanaan interaksi. Berdasarkan hal itu pula Teknologi Pendidikan mampu memecahkan masalah belajar, terutama pada masalah belajar pada saat kurikulum 2013 diterapkan. Selain itu, pemecahan prediksi masalah belajar yang akan dihadang oleh Teknologi Pendidikan dilandasi oleh visi misi dari program studi Teknologi Pendidikan itu sendiri.

Berdasarkan visi dan misi Teknologi Pendidikan tersebut maka kaitannya Teknologi Pendidikan dengan sekolah-sekolah yang akan menerapkan kurikulum 2013 adalah bahwa Teknologi Pendidikan akan membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh sekolah. Salah satu langkah yang dapat diberikan adalah dengan mengembangkan bahan ajar multimedia pada setiap mata pelajaran.

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: