RSS

ANALISIS DOMAIN DAN TAKSONOMI (analisis Spradley)

08 Nov

PROSES ANALISIS DATA

Teknik analisis data penelitian kualitatif dilakukan dalam tiga tahap. Yaitu:

1. Analisis data sebelum di lapangan

Analisis dalam tahap ini dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan atau data sekunder yang akan digunakan peneliti untuk menentukan fokus penelitian. Akan tetapi, fokus penelitian pada tahap ini masih bersifat sementara dan tentunya akan berkembang setelah peneliti melakukan penelitian di lapangan. Dalam penyusunan proposal, peneliti menentukan fokus penelitian untuk mencari ta dari sumber dara termasuk karakteristiknya.

2. Analisis data selama di lapangan

Pada tahap ini, analisis data dilakukan dengan mengumpulkan dara secara langsung melalui wawancara atau observasi. Misalnya pada saat wawancara berlangsung, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban dari responden. Jjika peneliti belum puas dengan jawaban dari responden, maka peneliti bisa melanjutkan pertanyaan lagi sampai batas tertentu diperoleh data yang valid.

3. Analisis data selesai di lapangan

Pada tahap akhir, analisis data dibagi menjadi beberapa bagian yaitu a) analisis domain yaitu memberi gambaran umum dari dan menyeluruh dari objek penelitian, b) analisis taksonomi yaitu penjabaran secara rinci dari analisis domain melalui observasi terfokus, c) analisis komponensial, yaitu mencari spesifik pada setiap detail struktur internal dan d) analisis tema kultural yaitu mencari hubungan

Pekerjaan paling berat yang dilakukan peneliti setelah data terkumpul adalah analisis data. Analisis data merupakan bagian sangat penting dalam penelitian, karena dari analisis ini akan diperoleh temuan, baik temuan substantif maupun formal. Selain itu, analisis data kualitatif sangat sulit karena tidak ada pedoman baku, tidak berproses secara linier, dan tidak ada aturan-aturan yang sistematis.

Pada hakikatnya analisis data adalah sebuah kegiatan untuk mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode atau tanda, dan mengkategorikannya sehingga diperoleh suatu temuan berdasarkan fokus atau masalah yang ingin dijawab. Melalui serangkaian aktivitas tersebut, data kualitatif yang biasanya berserakan dan bertumpuk-tumpuk bisa disederhanakan untuk akhirnya bisa  dipahami dengan mudah.

Analisis data kualitatif sesungguhnya sudah dimulai saat peneliti mulai mengumpulkan data, dengan cara memilah mana data yang sesungguhnya penting atau tidak. Ukuran penting dan tidaknya mengacu pada kontribusi data tersebut pada upaya menjawab fokus penelitian. Di dalam penelitian lapangan (field research) bisa saja terjadi karena memperoleh data yang sangat menarik, peneliti mengubah fokus penelitian. Ini bisa dilakukan karena perjalanan penelitian kualitatif bersifat siklus, sehingga fokus yang sudah didesain sejak awal bisa berubah di tengah jalan karena peneliti menemukan data yang sangat penting, yang sebelumnya tidak terbayangkan. Lewat data itu akan diperoleh informasi yang lebih bermakna. Untuk bisa menentukan kebermaknaan data atau informasi ini diperlukan pengertian mendalam, kecerdikan, kreativitas, kepekaan konseptual, pengalaman dan expertise peneliti. Kualitas hasil analisis data kualitatif sangat tergantung pada faktor-faktor tersebut.

Dalam penelitian kualitatif, model analisis data yang dikenalkan oleh Spradley (1980), dan Glaser dan Strauss (1967) bisa dipakai sebagai  pedoman.Ada empat langkah, namun dalam bahasan ini hanya akan dibahas analisis domain dan taksonomi, secara garis besar  model analisis itu diuraikan sebagai berikut:

Tahapan penelitian kualitatif menurut Spradley yaitu

  • Memilih situasi sosial (Place, Actor, Activity)
  • Melaksanakan observasi partisipan
  • Mencatat hasil observasi dan wawancara
  • Melakukan observasi deskriptif
  • Melakukan analisis domain
  • Melakukan analisis terfokus
  • Melaksanakan analisis taksonomi
  • Melakukan observasi terseleksi
  • Melakukan analisis komponensial
  • Melakukan analisis tema
  • Temuan budaya
  • Menulis laporan penelitian kualitatif

  1. Analisis Domain (Domain analysis). Analisis domain pada hakikatnya adalah upaya peneliti untuk memperoleh gambaran umum tentang data untuk menjawab fokus penelitian. Caranya ialah dengan membaca naskah data secara umum dan menyeluruh untuk memperoleh domain atau ranah apa saja yang ada di dalam data tersebut. Pada tahap ini peneliti belum perlu membaca dan memahami data secara rinci dan detail karena targetnya hanya untuk memperoleh domain atau ranah. Hasil analisis ini masih berupa pengetahuan tingkat “permukaan” tentang berbagai ranah konseptual. Dari hasil pembacaan itu diperoleh hal-hal penting dari kata, frase atau bahkan kalimat untuk dibuat catatan pinggir.

Dengan analisis domain, hasil yang diperoleh merupakan kumpulan jenis domain atau kategori konseptual beserta simbol yang dirangkumnya. Teknik analisis ini sangat relevan untuk dipakai dalam studi yang bersifat eksploratif. Artinya, analisis hasil studi hanya ditargetkan untuk memperoleh gambaran seutuhnya dari sang tokoh, tanpa harus dirinci unsur-unsurnya secara detail.

Dalam situasi sosial terdapat ratusan atau ribuan kategori. Suatu domain adalah merupakan katagori budaya yang terdiri atas tiga elemen : Cover terms (nama suatu domain budaya), included terms (nama suatu kategori atau rincian domain), semantic relationship (hubungan semantik antar kategori).

Hasilnya masih berupa pengetahuan atau pengertian di tingkat permukaan tentang berbagai domain atau kategori-kategori konseptual (kategori simbolis yang mencakup atau mewadahi sejumlah kategori atau simbol lain secara tertentu). Domain atau kategori simbolis tersebut memiliki makna atau pengertian yang lebih luas dari kategori atau simbol yang merangkum. Perguruan tinggi misalnya, merupakan domain atau kategori simbolis dari kategori simbolis yang kita sebut universitas, institut sekolah tinggi, dan akademi. Dalam contoh ini kita menemukan atau memahami adanya domain jenis peguruan tinggi, katakanlah dari pembicaraan tentang sistem pendidikan di indonesia. Kita mengenal adanya domain-domain misalnya domain tenaga kependidikan tercakup di dalamnya kategori simbol seperti guru, dosen, konselor, penilik/ supervisor, perencana pendidikan, administrator pendidikan.

Dalam melakukan analisis domain, Spradley menyarakan menelusuran hubungan sistematis yang bersifat universal, setidaknya ada sembilan atau tipe hubungan semantis yang dapat digunakan untuk menelusuri domain seperti berikut:

Hubungan Semantis

Bentuk

Contoh

Jenis X adalah jenis Y Guru sebagai tenaga kependidikan
Ruang X adalah tempat YY adalah bagian dari Y Ruang/ kelas (tempatnya di) sebagai sekolah. Tempat upacara bendera (bagian dari) halaman sekolah
Sebab akibat X adalah akibat/ hasil dari YX adalah sebab dari Y Masih menganggur (akbiat dari) belum mendapat lowongan pekerjaan.Kemiskinan ekonomi (sebab dari) putus sekolah
Rasional atau alasan X merupakan alasan melakukan Y Memilih pekerjaan guru (karena alasan supaya) lebih mandiri
Lokasi untuk melakukan X merupakan tempat melakukan Y Ruang PB di sekolah (merupakan tempat untuk) konsultasi masalah pribadi siswa
Cara ke tujuan  Merupakan cara untuk melakukan atau mencapai Mengacungkan tangan (merupakan cara untuk)
Fungsi X digunakan untuk Y Pengadaan petugas konseling sekolah (dipekerjakan untuk) menangani kasus siswa yang bermasalah
Urutan X merupakan urutan atau tahap dari Y Konsultasi pada pembimbing (merupakan tahap dalam) penulisan skripsi mahasiswa
Atribut atau katakter X merupakan suatu atribut/ karakteristik dari Y Berfikir rasional dan objektif (merupakan suatu atribut dan karakteristik dari) kelompok cendekiawan.

 Contoh analisi domain Pendidikan

No.

Rincian Domain

Hubungan Semantik

Domain

1 Pendidikan

Adalah jenis dari

Tugas perguruan tinggi

Penelitian
Pengabdian Masyarakat
2 Ruang kantor

Adalah tempat

Jenis ruang yang ada pada institusi pendidikan teknik

Ruang kelas teori
Ruang bengkel
Ruang laboratorium
3 Mahasiswa mengeluh

Adalah sebab dari

Kepemimpinan yang otoriter

Dosen melakukan protes
Mahasiswa demonstrasi
4 Dosen memiliki sertifikat kompetensi

Rasional atau alasan

Universitas melaksanakan kurikulum berbasis KBK

Alat-alat pembelajaran lengkap
Sistem evaluasi belajar diperbaiki
5 Di kelas

Lokasi melakukan pekerjaan

Tempat belajar mahasiswa fakultas teknik

Di industri
Di laboratorium
Di bengkel
6 Mengikuti kursus

Adalah cara

Mencapai prestasi belajar

Belajar tekun
Jarang bolos kuliah
7 Komputer

Digunakan untuk

Mengerjakan tugas-tugas kuliah

Printer
Flash disk
8 Perwalian

Merupakan urutan dalam

Administrasi perkuliahan

Melaksanakan kuliah
Ujian akhir
9 Sarjana pendidikan

Adalah atribut

Atribut/ gelar dari lulusan perguruan tinggi jenjang S1

Sarjana teknik
Sarjana sosial
Sarjana hukum
  1. Analisis Taksonomi (Taxonomy Analysis). Pada tahap analisis taksonomi, peneliti berupaya memahami domain-domain tertentu sesuai fokus masalah atau sasaran penelitian. Masing-masing domain mulai dipahami secara mendalam, dan membaginya lagi menjadi sub-domain, dan dari sub-domain itu dirinci lagi menjadi bagian-bagian yang lebih khusus lagi hingga tidak ada lagi yang tersisa, alias habis (exhausted). Pada tahap analisis ini peneliti bisa mendalami domain dan sub-domain yang penting lewat konsultasi dengan bahan-bahan pustaka untuk memperoleh pemahaman lebih dalam.

Analisis taksonomi adalah analisis yang tidak hanya penejelajahan umum, melainkan analisis yang memusatkan perhatian pada domain tertentu yang sangat berguna untuk menggambarkan fenomena atau masalah yang menjadi sasaran studi.

Pengumpulan data dilakukan secara terus-menerus melalui pengamatan, wawancara mendalam dan dokumentasi sehingga data yang terkumpul menjadi banyak. Tahap ini diperlukan analisis taksonomi. Analisis taksonomi adalah anlisis terhadap keseluruhan data yang terkumpul berdasarkan domain yang telah ditetapkan. Hasilnya dapat disajikan dalam bentuk diagram kontak, diagram garis dan simpul.

Diagram kotak

COVER TERM

A

B

C

D

1

2

3

1

2

3

4

a B

 

Diagram Out Line

Cover Term

  1. ……………………………………………………….
    1. …………………………………………………
    2. …………………………………………………
    3. …………………………………………………..
    • …………..
    • ………..
    • ……….
  2. >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
  3. +++++++++++++++++++++++++++++
 
Leave a comment

Posted by on November 8, 2011 in Metode Penelitian

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: