RSS

KEBUDAYAAN DAN PENDIDIKAN

02 Oct

A. Pendahuluan

Pendidikan secara praktis tak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai budaya. Dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan sendiri, secara proses mantransfernya yang paling efektif dengan cara pendidikan. Keduanya sangat erat sekali hubungannya karena saling melengkapi dan mendukung antara satru sama lainnya.

Tujuan pendidikan pun adalah melestarikan dan selalu meningkatkan kebudayaan itu sendiri, dengan adanya pendidikanlah kita bisa mentransfer kebudayaan itu sendiri dari generasi ke generasi selanjutnya. Kita sebagai masyarakat mencita-citakan terwujudnya masyarakat dan kebudayaan yang lebih baik ke depannya, maka sudah dengan sendirinya pendidikan kitapun harus lebih baik lagi.

B.  Pembahasan

1. Kebudayaan

Kebudayaan sebagai hasil budi manusia, dalam hal berbagai bentuk dan menifestasinya, dikenal sepanjang sejarah sebagai milik manusia yang tidak kaku, melainkan selalu berkembang dan berubah dan membina manusia untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan kultural dan tantangan zaman tradisional untuk memasuki zaman modern.

Manusia sebagai mahluk berakal dan berbudaya selalu berupaya untuk mengadakan perubahan-perubahan. Dengan sifatnya yang kreatif dan dinamis manusia terus berevolusi meningkatkan kualitas hidup yang semakin terus maju, ketika alamlah yang mengendalikan manusia dengan sifatnya yang tidak iddle curiousity (rasa keinginantahuan yang terus berkembang) makin lama daya rasa, cipta dan karsanya telah dapat mengubah alam menjadi sesuatu yang berguna, maka alamlah yang dikendalikan oleh manusia.

Kebudayaan merupakan karya manusia yang mencakup diantaranya filsafat, kesenian, kesusastraan, agama, penafsiran dan penilaian mengenai lingkungan. Kebudayaan adalah milik manusia yang membedakannya dari makhluk lainnya di muka bumi ini. Hanya masyarakat manusialah yang punya kebudayaan.

2. Karakteristik kebudayaan

Karakteristik kebudayaan yang besifat universal menurut Murdock, antara lain:

  • Kebudayaan dipelajari dan bukan bersifat instingtif, karena itu kebudayaan tidak dapat dicari asal usulnya dari gen atau kromosom
  • Kebudayaan ditanamkan
  • Kebudayaan bersifat sosial dan dimiliki bersama oleh manusia dalam berbagai masyarakat yang terorganisir
  • Kebudayaan bersifat gagasan
  • Kebudayaan sampai pada satu tingkat memuaskan individu-individu, memuaskan kebutuhan-kebutuhan biologis
  • Kebudayaan bersifat integratif

3. Fungsi kebudayaan dalam kehidupan manusia

  • Pelanjut keturunan dan pengasuhan anak, penjamin kelangsungan hidup biologis dari kelompok sosial.
  • Pengembangan kehidupan ekonomi, menghasilkan dan memakai benda-benda ekonomi.
  • Transmisi budaya, cara-cara mendidik dan membentuk generasi baru menjadi orang-orang dewasa yang berbudaya.
  • Keagamaan
  • Pengendalian sosial
  • Rekreasi

Dalam kehidupan nyata fungsi-fungsi ini dikerjakan oleh berbagai institusi budaya dan institusi sosial. Institusi atau pranata adalah sistem aktivitas manusia yang terorganisasi. Menurut Malinowski, institusi sebagai kelompok orang yang bersatu untuk melaksanakan suatu aktifitas yang sederhana atau komplek.

Berbagai contoh institusi dalam suatu masyarakat, mislanya, institusi kekerabatan (pelamaran, perkawinan, perceraian), institusi pendidikan (pengasuhan anak, pendidikan dasar, menengah, tinggi), institusi ilmiah (metode ilmiah, penelitian).

Pendidikan membudayakan atau memasyarakatkan institusi-institusi guna kestabilan dan kesinambungan masyarakat. Tetapi karena pendidikan juga dapat menagasah kemampuan kritis generasi muda,maka pendidikan dapat pula menghasilkan orang-orang yang berkemauan untuk merubah dan menciptakan institusi baru yang lebih cocok dengan tuntutan zaman. Jadi pendidikan dapat berfungsi melestarikan institusi sosial atau pendidikan dapat dijadikan wahana untuk mendorong pengembangan institusi baru.

 4.  Pendidikan

Dalam pengertian yang sederhana dan umum makna pendidikan adalah sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.

Adapun menurut Carter V.Good dalam Dictionary of Education bahwa pendidikan itu mengandung pengertian:

1. Proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya

2. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (misalnya sekolah) sehingga ia dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan pribadinya.

Dalam masyarakat dewasa ini orang lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan persekolahan.pendidikan menurut Hansen merupakan sub bahagian dari enkulturasi yaitu usaha yang disengaja atau bersifat sistematis untuk menyampaikan keterampilan-keterampilan dan pengetahuan, kebiasaan berfikir dan bertingkah laku yang dituntut harus dimiliki oleh para pelajar sebagai anggota baru.. sedangkan persekolahan adalah pendidikan yang dilembagakan.

5. Hubungan Kebudayaan dengan Pendidikan

Menurut DR. Sahiq Sama’an dalam al-Syaibany (1979) pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik-pendidik dan filosofis untuk menerangkan, menyelaraskan, mengecam dan merubah proses pendidikan dengan persoalan-persoalan kebudayaan dan unsur-unsur yang bertentangan didalamnya.

Pendidikan adalah proses pembudayaan melalui masing-masing anak, yang dilahirkan dengan potensi belajar yang lebih besar dari makhluk yang menyusui lainnya, dibentuk menjadi anggota penuh dari suatu masyarakat, menghayati dan mengamalkan bersama-sama anggota-anggota lainnya suatu kebudayaan tertentu.

Dilihat dari sudut pandang individu, pendidikan merupakan usaha untuk menimbang dan menghubungkan potensi individu. Adapun dari sudut pandang kemasyarakatan, pendidikan merupakan usaha pewarisan nilai-nilai budaya dari generasi tua kepada generasi muda, agar nilai-nilai budaya tersebut tetap terpelihara.

Maka sudah jelas bahwa pendidikan dan kebudayaan sangat erat sekali hubugan karena keduanya berkesinambungan, keduanya saling mendukung satu sama lainnya.

Dalam konteks ini dapat dilihat hubungan antara pendidikan dengan tradisi budaya serta kepribadian suatu masyarakat betapapun sederhananya masyarakat tersebut. Hal ini dapat dilihat bahwa tradisi sebagai muatan budaya senantiasa terlestarikan dalam setiap masyarakat, dari generasi ke generasi. Hubungan ini tentunya hanya akan mungkin terjadi bila para pendukung nilai tersebut dapat menuliskannya kepada generasi mudanya sebagai generasi penerus.

Transfer nilai-nilai budaya dimiliki paling efektif adalah melalui proses pendidikan. Dalam masyarakat modern proses pendidikan tersebut didasarkan pada program pendidikan secara formal. Oleh sebab itu dalam penyelenggarannya dibentuk kelembagaan pendidikan formal.

Seperti dikemukakan Hasan Langgulung bahwa pendidikan mencakup dua kepentingan utama, yaitu pengembangan potensi individu dan pewarisan nilai-nilai budaya. Maka sudah jelas sekali bahwa kedua hal tersebut pendidikan dan kebudayaan berkaitan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat atau bangsa itu masing-masing, kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan karena saling membutuhkan antara satu sama lainnya.

Dikatakan dengan pendapat Hasan Langgulung bahwa pendidikan dalam hubungan dengan individu dan masyarakat, akan tetapi dapat dilihat bagaimana garis hubung antara pendidikan dan sumber daya manusia. Dari sudut pandangan individu pendidikan merupakan usaha untuk mengembangkan potensi individu, sebaliknya dari sudut pandang kemasyarakatan pendidikan adalah sebagai pewarisan nilai-nilai budaya.

Dalam pandangan ini, pendidikan mengemban dua tugas utama, yaitu peningkatan potensi individu dan pelestarian nilai-nilai budaya. Manusia sebagai mahluk berbudaya, pada hakikatnya adalah pencipta budaya itu sendiri. Budaya itu kemudian meningkatkan sejalan dengan peningkatan potensi manusia pencipta budaya itu.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kebudayaan dengan pendidikan sangat erat sekali keduanya saling berkesinambungan dan tidak dapat dipisahkan karena saling dan membutuhkan antara satu sama lainnya.

Dalam konteks, dapat dilihat hubungan antara pendidikan dan kebudayaan. Kebudayaan akan terlestarikan dalam hal ini tentunya hanya akan mungkin terjadi bila para generasi mudanya sebagai generasi penerus.

Transfer nilai-nilai budaya atau cara yang paling efektif dalam mentrasnfer nilai-nilai budaya adalah dengan cara proses pendidikan, karena keduanya sangat erat hubungannya.

 
1 Comment

Posted by on October 2, 2012 in Landasan Ilmiah Ilmu Pendidikan

 

Tags: , ,

One response to “KEBUDAYAAN DAN PENDIDIKAN

  1. farid

    October 3, 2012 at 1:26 am

    Reblogged this on adadiisi.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: