RSS

PJJ dan E Learning

24 May

 FAKTOR PENDORONG PENGGUNAAN PENDIDIKAN JARAK JAUH

  1. Laju pertumbuhan yang sangat cepat dari teknologi komunikasi seperti TV, radio, telepon, komputer dan mobile learning.
  2. Perkembangan yang cepat dari ilmu pengetahuan itu sendiri
  3. Biaya pendidikan meningkat sehingga dibutuhkan Pendidikan Jarak Jauh
  4. Alasan geografis yang menjadikan alasan Belajar Jarak Jauh
  5. Daya tampung sistem pendidikan terbatas pada kelas yang tersedia
  6. Tanpa pengajar yang baik terbatas adanya di kota
  7. Kemajuan teknologi pembelajaran yang sangat pesat dan canggihnya media pembelajaran, pengelolaan dan evaluasi pembelajaran yang canggih.
  8. Belajar Jarak Jauh dapat diberikan pada masyarakat luas walaupun yang sudah bekerja sekalipun
  9. Belajar Jarak Jauh dapat mendorong cepatnya peningkatan kualitas pengajar dan kualitas masyarakat
  10. Mendorong semua warga negara yang berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran
  11. Keleluasaan peserta didik untuk tidak perlu belajar di tempat yang jauh.

 MASALAH-MASALAH PENDIDIKAN JARAK JAUH

  1. Kualitas Pendidikan.
  2. Kurangnya atau tidak ada interaksi antara dosen dan mahasiswa. Misalnya interaksi mahasiswa dengan tutor, mahasiswa dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan modul.
  3. Mahasiswa tidak mempunyai akses kepada teknologi yang dipakai dalam Pendidikan Jarak Jauh seperti komputer dan internet. Komputer dan internet tidak lagi menjadi hardware tetapi software, yaitu sebagai sumber belajar.
  4. Tidak ada fasilitas teknologi atau pendukung Pendidikan Jarak Jauh
  5. Biaya Pendidikan Jarak Jauh relatif mahal

 PEMBELAJARAN JARAK JAUH DAN E LEARNING

Yang bisa dihubungkan antara Pendidikan Jarak Jauh dan e learning terletak pada konsepnya. E learning adalah salah satu alternatif kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui pemanfaatan teknologi komputer dan internet. Seseorang tidak dapat mengikuti sekolah konvensional time constrains, kondisi geografis, jarak, pobia terhadap sekolah, putus sekolah, daya tampung sekolah konvensional yang tidak memungkinkan. Oleh karena itu dihadirkan pembelajaran elektronik.

Adapun manfaat dari e learning adalah sebagai berikut:

  1. Dari sudut pandang peserta didik, yaitu dapat mengakses dan memanfaatkan e learning berulang-ulang
  2. Dari sudut pandang guru;
    1. Pemutakhiran bahan ajar
    2. Pengembangan diri dalam penelitian dan peningkatan wawasan
    3. Pengontrol kegiatan siswa
    4. Memberi evaluasi dan feedback soal dan lain-lain

 FUNGSI E LEARNING (SIHAAN 2002)

  • Suplemen (tambahan)

Kebebasan memilih, tidak ada kewajiban atau keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi elektronik. Sekalipun sifatnya operasional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan untuk pembelajaran konvensional.

  • Komplemen (pelengkap)

Melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa dalam kelas (Lewis, 2002). Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement (pengayaan) atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional. Dikatakan sebagai program remedial, apabila peserta didik yang mengalami kesulitan memenuhi materi pelajaran yang disajikan guru secara tatap muka di kelas. Diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pelajaran eletronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka dengan tujuan untuk membantu.

  • Substitusi (pengganti)

Ada tiga alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik, yaitu:

  1. Sepenuhnya secara tatap muka (konvensional)
  2. Sebagiaan secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet
  3. Sepenuhnya melalui internet

 

MANFAAT E LEARNING (AW. BATES, 1995)

  1. Enhance interactivity
  2. Time and place flexibility
  3. Potential to reach a global audience
  4. Easy updating of content as well as archievable capabilities

Berdasarkan fungsi dan manfaat e learning dapat didefenisikan bahwa e learning ini yang memberikan kesempatan bagi teknologi informasi untuk berperan dalam proses pembelajaran. E learning bukan hanya menggunakan komputer namun ada banyak cara untuk melakukannya. Ada komponen lain selain dari teknologi informasi. Belajar pada era informasi merupakan belajar dari sumber pembelajaran. Dosen, sesama peserta didik, nara sumber lain, koleksi perpustakaan, artikel web dan lain-lain.

 Dari defenisi tersebut posisi e learning dalam paradigma pembelajaran terletak pada:

  1. E learning akan makin efektif jika digabungkan dengan paradigma belajar yang memberikan keluasan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi berbagai sumber informasi
  2. Pembelajaran berpusat pada siswa (student centered learning) dan variasi-variasinya (problem based learning), Project-Based Learning, Colaborative Learning

Dasar orang menggunakan e learning adalah pertama untuk mengatasi rendahnya rasio dosen dan mahasiswa. Beban dosen dapat dikurangi dengan mengalihkan inisiatif pembelajaran kepada mahasiswa. Kemudian alasan lain yang menguatkan kenapa orang menggunakan e learnign adalah sebagai pengayaan (enrichment) dalam proses pembelajaran. Kemungkinan perluasan layanan pendidikan juga menjadi alasan kenapa orang menggunakan e learning. Ini dapat diterapkan untuk berbagai skenario pelajaran pendidikan.

Pada pelaksanaannya, bentuk realisasi e learning ada dua macam. Pertama stand alone & off line e learning. Bentuk pertama ini dapat dijalankan tanpa terhubung ke internet. Dan yang kedua adalah web-Based Training atau WBT, dimana bentuk kedua ini lingkungan belajarnya berbasis web dan teknologi internet. Pembelajarannya lebih kaya dan lebih interaktif, dapat mandiri dan selektif.

CIRI-CIRI E LEARNING

  • Non linearity

Pemakaian bebas untuk mengakses tentang objek pembelajaran dan terdapat fasilitas untuk memberikan persyaratan yang sesuai dengan pengetahuan pemakai

  • Self managing

Mengatur diri sendiri dengan pemakai mengelola sendiri proses pembelajaran dengan mengikuti struktur yang telah dibuat

  • Feedback-interactivity

Merupakan umpan balik dari interaktifitas proses pembelajaran

  • Multimedia-learners style

Siswa dapat memahami lebih jelas dan nyata sesuai dengan tipe belajar

  • Just in time

Kapan saja yang diperlukan pemakai untuk menyelesaikan permasalahan atau hanya ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan

  • Dynamic updating

Punya kemampuan memperbaharui isi

  • Easy accessibility

Dapat menggunakan browser

  • Colaborative learning

Saling interaksi, berkomunikasi secara langsung pada waktu bersamaan dan berkomunikasi pada waktu yang berbeda. Pemakai bisa berkomunikasi dengan pembuat materi dan dapat berkomunikasi antara materi dan siswa

 KRITERIA PENILAIAN E LEARNING

F  = Failurei

R  = Reasoning

E  = Emotionally

E  = exploration

D  = Doing

O  = Observating

M = Motivation

 
Leave a comment

Posted by on May 24, 2012 in Pendidikan Jarak Jauh

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: