RSS

Pendidikan Jarak Jauh

24 May

Ada Trilogi pendidikan, yaitu pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan nonformal. Pendidkan formal seperti sekolah, pendidkan informal dan pendidikan nonformal sebagai lembaga non sekolah. Pendidikan sekolah selama ini banyak yang merupakan pendidikan resep dokter. Pada pelaksanaannya, pebelajar tidak bisa kompen dan diberi kesempatan untuk komplen. Proses pembelajarannya pun, suka atau tidak suka pebelajar harus menjalaninya. Berbeda dengan pendidikan non sekolah, dimana pebelajar boleh memilih. Begitu pula dengan pendidikan Jarak jauh, pebelajar dapat memilih apa yang akan dipelajarinya sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya untuk mempelajari pilihan yang telah ditentukan.

KARAKTERISTIK PENDIDIKAN JARAK JAUH

  1. Sistem pendidikan yang pelaksanaannya memisahkan guru dan murid karena faktor jarak, waktu dan kondisi
  2. Penyampaian bahan ajar dilaksanakan dengan bantuan media
  3. Bahan bersifat mandiri dan untuk yang menggunakan bantuan komputer (on line) maka bahan ajar disampaikan dan disajikan di komputer
  4. Paradigma dalam pendidikan jarak jauh adalah bahwa guru bersifar sebagai fasilitator  dan pebelajar sebagai peserta dalam proses pembelajaran.

Inti dalam pendidikan jarak jauh adalah bahwa proses pembelajaran dalam pendidikan jarak jauh itu sendiri merupakan belajar mandiri. Melakukan kegiatan belajar dengan keinginan sendiri, dorongan dari dalam diri dan melaksanakan secara mandiri. Dimana kemandirian ini muncul ketika seseorang bisa menyadari kelemahan diri sendiri dan mengakui kelebihan orang lain. Dalam prosesnya dapat dilakukan secara individu, discovery. Proyek based learning, contextual teaching and learning, problem based learning and cooperative learning.

Belajar mandiri itu dapat dilakukan ketika punya tiga hal, yaitu: referensi, perpustakaan dan teman sekelas. Tiga hal ini merupakan faktor eksternal dan merupakan modal belajar mandiri.

Peserta belajar yang melakukan belajar mandiri memiliki semangat untuk belajar kolaboratif. Misalnya tim sepak bola yang merupakan kolaborasi. Model pembelajaran kooperatif itu hanya merupakan kerja sama. Perbedaannya, pembelajaran kolaborasi peserta memiliki peranan masing-masing. (perbedaan kooperatif dengan kolaboratif)

Belajar mandiri dapat berlangsung ketika peserta belajar memperoleh bahan yang akan dipelajari, dari bahan itu menjadi modal untuk berkolaboratif. Belajar mandiri memiliki konsep kolaboratif karena memiliki peran masing-masing untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan diawal kegiatan belajar dimulai.

Meskipun belajar mandiri bersifat kolaboratif, bukan berbarti tanpa intervensi guru. Dalam belajar mandiri juga ada peran guru di dalamnya, misalnya sebagai pembimbing, sebagai tempat konsultasi jika ada yang kurang dipahami dari modul ajar yang diberikan. Bahan belajar mendiri pun juga berasal dari rancangan dan produksi bahan ajar yang panjang. Dengan memerharikan situasi sasaran belajar mandiri. Kemudian belajar mandiri juga bukan berarti tanpa penilaian. Pada pelaksanaan belajar mandiri juga ada penilaian, baik itu dilakukan secara mandiri dengan modul atau pun dengan penilaian dari guru. Untuk penilaian yang menggunakan modul, jika berhasil menyelesaikan modul pembelajaran beserta tes yang disediakan di dalam, itu dapat dikatakan peserta belajar telah lulus untuk materi yang ada di dalam bahan ajar. Namun jika penilaian dilakukan oleh guru, ada beberapa standar yang harus diketahui oleh guru.

Ada satu hal lagi yang juga penting dalam pembelajaran mandiri dengan belajar mandiri, yaitu registrasi. Merupakan bukti seseorang dapat diakui telah lulus pada modul tertentu. Registrasi ini merupakan manajemen untuk peserta belajar, dan yang teregistrasilah yang dikatakan lulus. Dan yang tidak teregistrasi telah menyelesaikan modul belajar, tidak dianggap telah menyelesaikan belajar.

BELAJAR JARAK JAUH MERUPAKAN BELAJAR ORANG DEWASA

Belajar orang dewasa harus dilakukan dengan menyentuh pebelajar agar pebelajar merasa butuh dengan apa yang akan dipelajarinya. Karena belajar jarak jauh merupakan belajarnya orang dewasa, yaitu pembelajaran andragogi. Maka perlu diperhatikan strategi, metoda, model pembelajaran untuk pembeljaaran andragogi. Misalnya dengan menggunakan modul yang berbasis problem solving dengan contextual teaching and learning. Untuk guru sebagai perancang pembelajaran harus menganalisis kebutuhan peserta belajarnya dengan merumuskan tujuan pembelajaran.

Yang perlu diingat dalam Pembelajaran Orang Dewasa;

  1. Belajar berbasis masalah
  2. Tergantung pada analisis kebutuhan dan analisis kinerja
  3. Berkaitan dengan keberhasilan sebelumnya dan pertimbangan kunci
  4. Melibatkan mereka dalam cara belajar belajar sendiri
  5. Melakukan tindakan, interaksi dan bekerja kelompok (pendekatan yang dipakai dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh)

FUNGSI MEDIA DALAM PEMBELAJARAN

  1. Mengingkatkan motivasi pebelajar

Ex. Kelas berbasis media menggunakan ASSURE

  1. Mengaitkan materi pelajaran sebelumnya
  2. Menyediakan stimulus baru bagi pebelajar
  3. Mengaktifkan respon pebelajar
  4. Menimbulkan umpan balik dengan cepat
  5. Mendorong pebelajar melakukan tindakan
 
Leave a comment

Posted by on May 24, 2012 in Pendidikan Jarak Jauh

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: