RSS

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD dan TGT

18 Oct

A.     Student Teams Achievement Division (STAD)

Pengertian

            Model STAD yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan kolega-koleganya di Universitas John Hopkin, merupakan salah satu model yang banyak digunakan dalam pembelajaran kooperatif. Slavin (1995) menjelaskan bahwa pembelajaran kooperaritif dengan model STAD, siswa ditempatkan dalam kelompok belajar beranggotakan empat atau lima orang siswa yang mempunyai kemampuan akademik yang berbeda-beda, sehingga dalam setiap kelompok terdapat siswa yang berprestasi tinggi, sedang, dan rendah atau variasi jenis kelamin, kelompok ras dan etnis, atau kelompok sosial lainnya. Guru menyajikan pelajaran, dan kemudian siswa bekerja dalam tim mereka memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Kemudian, seluruh siswa diberikan tes tentang materi tersebut, pada saat tes ini mereka tidak diperbolehkan saling membantu.

            Seperti halnya pembelajarannya lainnya, pembelajaran kooperatif tipe STAD ini juga membutuhkan persiapan yang matang sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Persiapan-persiapan tersebut antara lain:

Perangkat Pembelajaran

Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran ini perlu dipersiapkan perangkat pembelajarannya, yang meliputi Rencana Program Pembelajaran (RPP), buku siswa, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) beserta lembar jawabannya.

 Membentuk Kelompok Kooperatif

Menentukan anggota keompok diusahakan agar kemampuan siswa dalam kelompok adalah heterogen dan kemampuan antar satu kelompok dengan kelompok lainnya relatif homogen. Apabila memungkinkan kelompok kooperatif perlu memerhatikan ras, agama, jenis kelamin, dan latar belakang sosial. Menempatkan siswa ke dalam kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari empat orang dengan cara mengurutkan siswa dari atas ke bawah berdasarkan kemampuan akademiknya dan daftar siswa yang telah diurutkan tersebut dibagi menjadi empat bagian.

Kemudian diambil satu siswa dari tiap kelompok sebagai anggota kelompok. Kelompok yang sudah terbentuk diusahakan berimbang selain menurut kemampuan akademik juga diusahakan menurut jenis kelamin dan etnis.

 Menentukan Skor Awal

Skor awal yang dapat digunakan dalam kelas kooperatif adalah nilai ulangan sebelumnya. Skor awal ini dapat berubah setelah ada kuis. Misalnya pada pembelajaran lebih lanjut dan setelah diadakan tes, maka hasil tes masing-masing individu dapat dijadikan skor awal.

 Pengaturan Tempat Duduk

Pengaturan tempat duduk dalam kelas kooperatif perlu diatur dengan baik, hal ini dilakukan untuk menunjang keberhasilan pembelajaran kooperatif apabila tidak ada pengaturan tempat duduk dapat menimbulkan kekacauan yang menyebabkan gagalnya pembelajaran pada kelas kooperatif.

 Kerja Kelompok

Untuk mencegah adanya hambatan pada pembelajaran kooperatif tipe STAD, terlebih dahulu diadakan latihan kerja sama kelompok. Hal ini bertujuan untuk lebih jauh mengenalkan masing-masing individu dalam kelompok. Dalam setiap kegiatan belajar kelompok digunakan lembar kegiatan, lembar tugas, dan lembar kunci jawaban masing-masing dua lembar untuk setiap kelompoknya. Lembar kegiatan dan lembar tugas siswa diserahkan pada saat kegiatan belajar kelompok, sedangkan kunci jawaban diserahkan setelah kegiatan kelompok selesai dilaksanakan. Setelah menyerahkan lembar kegiatan dan lembar tugas, guru menjelaskan tahapan dan fungsi belajar kelompok dari model STAD. Setiap siswa mendapat peran memimpin anggota-anggota di dalam kelompoknya, dengan harapan bahwa setiap anggota kelompok termotivasi untuk memulai pembicaraan dalam diskusi.

Penghargaan atas keberhasilan kelompok dapat dilakukan oleh guru dengan melakukan tahapan-tahapan sebagai berikut:

Menghitung skor individu

Menurut Slavin (dalam Ibrahim,dkk.2000)untuk memberikan skor perkembangan individu dihitung seperti berikut ini:

NILAI TES

SKOR PERKEMBANGAN

      Lebih dari 10 poin di bawah skor awal……

10 poin di bawah sampai 1 poin di bawah skor awal…….

Skor awal sampai 10 poin di atas skor awal…..

Lebih dari 10 poin di atas skor awal……….

Nilai sempurna (tanpa memerhatiakn skor awal)…………..

0 poin

                            10 poin

20 poin

30 poin

30 poin

 

Menghitung skor kelompok

Skor kelompok ini dihitung dengan membuat rata-rata skor perkembangan anggota kelompok, yaitu dengan menjumlah semua skor perkembangan yang diperoleh anggota kelompok dibagi dengan jumlah anggota kelompok. Sesuai dengan rata-rata skor perkembangan kelompok, diperoleh kategori skor kelompok seperti tercantum pada tabel di bawah ini:

Rata-rata Tim

Predikat

0≤x≤5

5≤x≤15

Tim Baik

15≤x≤25

Tim Hebat

25≤x≤30

Tim Super

Sumber : Ratumanan, 2002

Pemberian hadiah dan pengakuan skor kelompok

Setelah masing-masing kelompok memperoleh predikat, guru memberikan hadiah/penghargaan kepada masing-masing kelompok sesuai dengan predikatnya.

 Dari tinjauan tentang pembelajaran kooperatif tipe STAD ini menunujukkan bahwa pembelajaran koopertaif tipe STAD merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang cukup sederhana. Dikatakan demikian karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan masih dekat kaitannya dengan pembelajaran konvensional. Perbedaan model ini dengan konvensional terletak pada adanya pemberian penghargaan pada kelompok.

 B.      Teams Games Tournaments (TGT)

Model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah suatu model pembelajaran yang didahului dengan penyajian materi pembelajaran oleh guru dan diakhiri dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa. Model ini dikembangkan secara asli oleh David De Vries dan Keath Edward (1995). Pada model ini siswa memainkan permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh tambahan poin untuk skor tim mereka.

TGT dapat digunakan dalam berbagai macam mata pelajaran, dari ilmu-ilmu eksak, ilmu-ilmu sosial maupun bahasa dari jenjang pendidikan dasar(SD,SMP) hingga perguruan tinggi. TGT sangat cocok untuk mengajar tujuan pembelajaran yang dirumuskan dengan tajam diadaptasi untuk digunakan dengan satu jawaban yang benar.

 a.      Langkah-langkah Pembelajaran TGT

Secara umum implementasinya TGT terdiri dari 4 komponen utama, antara lain: (1) presentasi guru (sama dengan STAD), (2) Kelompok belajar (sama Dengan STAD), (3) Turnamen, dan (4) Pengenalan Kelompok.

        Guru menyiapkan :

  1. Kartu soal
  2. Lembar Kerja Siswa
  3. Alat/Bahan

        Siswa dibagi atas beberapa kelompok (tiap kelompok anggotanya 5 orang)

        Guru mengarahkan aturan permainannya

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut. Seperti pada model STAD, pada TGT siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku. Guru menyiapkan pelajaran, dan kemudian siswa bekerja di dalam tim mereka untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya, seluruh siswa dikenai kuis, pada waktu kuis ini mereka tidak dapat saling membantu.

b.      Aturan (Skenario) Permainan

Dalam satu permainan terdiri dari: kelompok pembaca, kelompok penantang I, kelompok penantang II, dan seterusnya sejumlah kelompok yang ada.

Kelompok pembaca, bertugas :

  1. Ambil kartu bernomor dan cari pertanyaan pada lembar permainan
  2. Baca pertanyaan keras-keras
  3. Beri jawaban

Kelompok penantang kesatu bertugas: menyetujui pembaca atau memberi jawaban yang berbeda. Sedangkan kelompok penantang kedua :

  1. Menyetujui pembaca atau memberi jawaban yang berbeda
  2. Cek lembar jawaban

Kegiatan ini dilakukan secara bergiliran (games ruler).

 Gambar. 1. Games Ruler

Team A

Tinggi, Sedang, Sedang, Rendah

high

j

Meja Turnamen 1

Meja Turnamen 2

Meja Turnamen 3

Meja Turnamen 4

Team B

Tinggi, Sedang, Sedang, Rendah

Team C

Tinggi, Sedang, Sedang, Rendah

Gambar. 2. Skenario Turnamen (Adaptasi Slavin, 1995:86)

c.       Sistem Penghitungan Poin Turnamen

Aturan penilaian adalah dengan memberikan bonus poin, yaitu setiap skor tertinggi yang diperoleh anggota setiap meja turnamen diberi bonus 20 poin, setiap skor tertinggi yang kedua pada setiap meja turnamen menerima bonus 17 poin, setiap skor tertinggi yang ketiga pada setiap meja turnamen menerima bonus 14 poin, dan skor terendah pada setiap meja turnamen menerima 10 bonus poin.

 Masing-masing anggota membawa perolehannya kembali kekelompok semula, dan bersama-sama anggota lain menyumbangkan poin untuk kelompoknya. Penghargaan kelompok diberikan berdasarkan perolehan poin kelompok. Seperti juga pada model STAD, diberikan juga jenjang penghargaan kelompok, dan hasilnya dapat diumumkan di kelas ataupun pada papan pengumuman sekolah.

Rangkuman

      Model STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Model ini menempatkan siswa dalam kelompok belajar yang beranggotakan empat atau lima orang siswa yang merupakan campuran dari kemampuan akademik yang berbeda, sehingga dalam setiap kelompok terdapat yang berprestasi tinggi, sedang, dan rendah atau variasi jenis kelamin, kelompok ras, dan etnis, atau kelompok sosial lainnya.

      Kegiatan pembelajaran model STAD terdiri dari lima tahap, yaitu :

  1. Penyajian kelas
  2. Kegiatan belajar kelompok
  3. Tes
  4. Penentuan skor peningkatan individual
  5. Penghargaan kelompok

      Model TGT merupakan model pembelajaran yang didahului dengan penyajian materi pembelajaran oleh guru dan diakhiri dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa. Kemudian siswa melakukan diskusi pada kelompok masing-masing.

Perbedaan STAD dan TGT

STAD TGT
  1. Tidak ada turnamen , namun ada quiz
  2. Adanya turnamen

Antara STAD dan TGT bisa digabungkan, misalnya:

Pada STAD

 
 

Tags:

2 responses to “MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD dan TGT

  1. donisky

    May 14, 2012 at 1:52 am

    Saya mau membuat tugas akhir degan membandingkan kedua metode ini (STAD and TGT) bisakah saya minta referensi yang anda gunakan?. Thanx before

     
    • ulfiarahmi

      May 14, 2012 at 3:21 am

      bukunya Robert E. Slavin dengan judul Cooperative Learning: theory, research and practice.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: