RSS

Teori Belajar

12 Oct
  1. Behaviour
  2. Kognitif ada kaitannya dengan gestalt.
  3. Humanistik

A. Behaviour

Behaviour menekankan pada pembiasaan. Perilaku yang dibiasakan. Seperti perubahan pada anjing. Setiap kali ada sorotan warna anjing selalu mengeluarkan air liurnya. Itu disebabkan karena sebelumnya setiap kali diberi sorotan selalu diberi makanan. Anjing sudah terbiasa dengan sorotan warna yang diiringi makanan. Hal itu juga bisa dianalogikan kepada manusia. Makanya untuk anak, biasakan kebiasaan yang baik-baik.

Istilah lainnya mind is ruled by habits throught. Dalam bahasa Minangkabaunya ketek taraja-raja, gadang tabaok-baok. Apa yang sering dilakukan akan menjadi kebiasaan dan akan mudah melakukannya. Oleh karenanya manusia bisa karena terbiasa.

Kebiasaan shalat malam misalnya. Kalau sudah terbiasa melakukan shalat malam, itu akan terbiasa terjaga di sepertiga malam, dan akan menjadi kebiasaan dalam diri individu.

 B. Kognitif

Teori kognitif lebih kepada pemahaman. Contohnya pada percobaan trial and error. Itu dilakukan pada seekor orang hutan. Orang hutan ini dikurung dalam suatu kandang yang di tengah-tengah kandang digantungkan sesikat pisang. Melihat pisang dengan jumlah yang banyak orang hutan mana yang tidak tergiur. Dicoba berulang kali menjangkau, si orang hutan bersangkutan tidak bisa menjangkau target. Memerhatikan lingkungan sekitar, si orang hutan mencoba menggunakan apa yang ada di dalam ruangan untuk bisa membantunya mendapatkan pisang. Dengan nalar yang ada, orang hutan menggerak-gerakkan meja dengan kakinya sehingga menyusun meja bertingkat-tingkat. Dengan susunan peralatan apa adanya orang hutan bisa mendapatkan apa yang ditargetkannya.

Barangkali si orang hutan berpikir, ‘jadi dengan cara ini ogud akan mendapatkan pisang yang enak benar ini’. Inilah yang menjadi dasar dalam perkembangan teori belajar kognitif.

Kognitif ini juga bisa dilihat pada halnya Muhammad terbang ke sidratul muntaha. Secara logika tidak bisa diterima, namun pembenaraan tetap diterima karena itu adalah kebenaran mutlak.

 C. Humanistik yang mengarah pada konstruktivisme.

Teori ini menghargai harkat dan martabat manusia.  Meyakini bahwa manusia itu berpotensi untuk hal yang baik-baik. Apapun bisa ditemukan manusia, baik untuk manusia sendiri atau pun melakukan hal lain. Buktinya diciptakannya komputer untuk memudahkan pekerjaan manusia. Bayangkan saja jika masih menggunakan komputer yang masih sangat besar, akan lebih mudah menggunakan dengan komputer generasi sekarang. Hal itu lah yang menjadi paham dalam teori belajar humanistik.

Jadi teori ini beranggapan bahwa manusia itu sangat sempurna. Namun dalam teori ini ada yang terlupakan dalam pelaksanaannya, bahwa tidak semua manusia itu baik. Banyak ditemukan manusia yang mengembangkan kemampuan yang diberikan digunakan untuk  melakukan hal-hal jahat. Manusia itu berpotensi untuk berbuat baik dan berpotensi untuk berbuat jahat.

Tidak memerhatikan apa peringatan Allah. Diberi mata tidak melihat. Diberi telinga tidak mendengar. Malah menjadi sombong dan tamak, tidak mensyukuri apa yang diberikan tuhan.

Humanisme hanya melihat dari yang baik-baiknya saja, paham humanisme lupa melihat potensi yang jahatnya dari manusia. Terlalu mengangung-angungkan harkat dan martabat manusia.

 
Leave a comment

Posted by on October 12, 2011 in Teori Belajar dan Pembelajaran

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: