RSS

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN

12 Oct

A.    POPULASI

Bailey (1978) menyatakan populasi atau universe ialah jumlah keseluruhan dari unit analisis, sedangkan Spiegel (1961) menyatakan bahwa populasi adalah keseluruhan unit (yang telah ditetapkan) mengenai dan dari mana informasi yang di inginkan. Populasi penelitian dapat berbeda-beda sesuai dengan masalah yang akan diseldiiki. Populasi itu dapat berupa manusia, benda, objek tertentu, peristiwa, tumbuh-tumbuhan. Hewan dan sebagainya. Sax (1978) menyatakan bahwa populasi adalah keseluruhan manusia yang terdapat dalam area yang telah ditetapkan, sedangkan Tucman mengemukakan bahwa populasi atau target populasi adalah kelompok dimana peneliti mengumpulkan informasi dan kepada siapa kesimpulan akan digambarkan.

Populasi dapat digolongkan dalam dua jens:

  1. Populasi terbatas ( Definite) yaitu objek penelitian yang dapat dihitung, seperti luas area sawah, jumlah ternak, jumlah murid dan jumlah mahasiswa.
  2. Populasi tak terbatas (indefinite) yaitu objek penelitian yang mempunyai jumlah yang tak terbatas, atau sulit di hitung jumlahnya. Seperti tinta, air, pasir di pantai, padi di sawah atau beras digudang.

Beberapa karakteristik populasi secara umum:

  1. Merupakan keseluruhan dari unit analisis sesuai dengan informasi yang akan diinginkan
  2. Dapat berupa manusia / individu, hewan, tumbuh-tumbuhan, benda-benda atau objek maupun kejadian-kejadian yang terdapat dalam suatu area / daerah tertentu yang ditetapkan.
  3. Merupakan batas-batas (Boundary) yang mempunyai sifat-sifat tertentu yang memungkinkan peneliti menarik kesimpulan dari keadaan itu.
  4. Memberikan pedoman kepada apa atau siapa hasil penelitian itu dapat digeneralisasikan.

 B.  SAMPEL

1. Pengertian

Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil secara representatif atau mewakili populasi yang bersangkutan atau bagian kecil yang diamati. Penelitian terhadap sampel biasanya disebut study sampling.

Menurut Sugiyono (2005;91) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sejalan dengan, Slamet (2006;44) Adapun keuntungan mengambil sampel bagi penelitian populasi adalah pengambilan sampel yang cukup, yang representatif dari populasi adalah menghemat waktu, tenaga, dan biaya.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa sebuah sampel adalah bagian dari populasi. Survei sampel adalah suatu prosedur di mana hanya sebagian dari populasi saja yang diambil dan dipergunakan untuk menentukan sifat serta ciri yang dikehendaki dari populasi.

2. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik sampling merupakan penelitian yang tidak meneliti seluruh subjek yang ada dalam populasi, melainkan hanya sebagian saja yang diperlukan oleh peneliti dalam penelitian yang disebut sampel. Pada prinsipnya ada dua macam teknik persampelan yang lazim digunakan dalam penelitian, yaitu:

a. Teknik Penarikan Probabilitas Sampel (Probability Sampling)

Probability adalah pengambilan sampel secara acak (random) dengan memberikan peluang yang sama seluruh populasi untuk dipilih sebagai sampel penelitian. Untuk mendapatkan sampel secara random biasanya dilakukan dengan undian atau menggunakan tabel bilangan random. Adapun teknik sampling ini meliputi, sebagai berikut:

1) Pengambilan Sampel Acak/Random Sederhana (Simple Random Sampling)

Pengambilan sampel yang dilakukan secara acak atau random dari populasi, yang memungkinkan setiap individu berpeluang untuk menjadi sampel penelitian, dengan cara rendomisasi atau dengan cara melalui undian. Persampelan ini dilakukan karena populasi dianggap seragam (homogen).

2) Pengambilan Sampel Acak Berstrata (Stratifed Random Sampling)

Persampelan ini digunakan bila populasi mempunyai beraneka ragam (heterogen) terdiri dari berbagai golongan, lapisan, atau berstrata secara proporsional hanya dengan random sederhana dan sistematis kemungkinan terpilih menjadi sampel dari golongan atau strata tertentu saja. Seperti jumlah strata pendidikan (S1, S2, S3).

3) Pengambilan Sampel Menurut Area/Daerah Sederhana (Simple Cluster Sampling)

Teknik ini digunakan oleh peneliti untuk menentukan sampel bila obyek penelitian membagi populasi ke wilayah-wilayah atau klaster tersebut. Untuk menentukan populasi dari wilayah mana yang akan menjadi sumber data maka sampel penelitian berdasarkan populasi wilayah yang menjadi tempat penelitian.

 b) Teknik Non Probabilitas Sampel (Nonprobability Sampling)

Nonprobability Sampling merupakan pengambilan sampel yang tidak memberi peluang yang sama bagi mewakili populasi untuk dipilih menjadi sampel penelitian, atau pengambilan sampel yang dipilih dengan non random, biasanya disebut dengan sampel tetap (fixed). Adapun teknik persampelan yang selalu digunakan adalah sebagai berikut:

1) Pengambilan Sampel Sistematis (Systematic Sampling)

Persampelan dilakukan dengan sistematis berdasarkan nomor urutan populasi.

2) Pengambilan Sampel Tujuan (Purposive Sampling)

Pengambilan sampel berdasarkan penilaian subjektif peneliti berdasarkan pada karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai sangkut paut dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui sebelumnya dengan pertimbangan tertentu.

3) Pengambilan Sampel Quota (Quota Sampling)

Pengambilan sampel dari populasi sekedar memenuhi jumlah quota yang telah ditentukan dan diinginkan oleh peneliti yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Persampelan seperti ini adalah sebuah penelitian telah menentukan jumlah sampel yang menjadi responden penelitian.

3. Ukuran Pengambilan Sampel Penelitian

            Besar kecil sampel penelitian tergantung kepada peneliti menduga ukuran atau parameter populasi dan tujuan penelitian. Maknanya semakin besar sampel mendekati populasi maka semakin kecil peluang kesalahan generalisasi dan sebaliknya apabila semakin kecil sampel dari populasi, maka semakin besar kesalahan generalisasi (diberlakukan secara umum) (Sugiyono,2005;98)

            Adapun penentuan jumlah sampel yang dikembangkan oleh Roscoe dalam Sugiyono (2005;102). Ukuran sampel untuk penelitian adalah sebagai berikut:

  • Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai 500 orang
  • Apabila sampel didasarkan dari kategori seperti pria-wanita, kota-desa, maka jumlah anggota setiap kategori minimal 30 orang.
 
Leave a comment

Posted by on October 12, 2011 in Metode Penelitian

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: