RSS

Analisi Konten dan Tugas

21 Sep

A. PENDAHULUAN

Konten dalam disain pembelajaran merupakan materi atau isi mata pelajaran, guna menumbuhkembangkan pengetahuan yang terkandung didalamnya. Sementara itu analisis tugas merupakan kegiatan-kegiatan latihan atau tugas, diperlukan untuk menemukan cara yang efektif guna mencapai tujuan mata pelajaran. Konten dan analisis tugas menjadi hal yang saling terkait jika dilihat dari siklus kegiatan pembelajaran. Guru sebagai desainer harus lebih mengenal komponen dasar yang berperan dalam pembelajaran.

 B. KONTEN

Ada 6 komponen dasar dalam pembelajaran:

  1. Pebelajar
  2. Tujuan pembelajaran
  3. Analisis pembelajaran
  4. Strategi pembelajaran
  5. Bahan ajar
  6. Penilaian belajar

(Dewi, 2007, hal. 37)

Dikaitkan dengan siklus pembelajaran (pengembangan, pelaksanaan dan evaluasi) maka keenam komponen dasar diatas merupakan suatu pijakan bagi isi mata ajar/konten. Konten dalam siklus pembelajaran secara menyeluruh guna pencapaian tujuan instruksional berupa kognitif, afektif dan psikomotor dapat mencakup (ragam pengetahuan,sifat pengetahuan, jenjang belajar dan kompetensi, teknik penyajian dan konteks ragam pengetahuan):

 1. Ragam pengetahuan

Ilmu atau ilmu pengetahuan berdasarkan teori informasi dapat dipilah, dikaji karakteristiknya dan dilaksanakan melalui pengelompokkan jenis ilmu berdasarkan struktur didalamnya serta jenjang atau tingkat pemahamannya bagi proses belajar seseorang.

Tabel 1. Tentang ragam pengetahuan menurut para pakar (Dewi, 2007. Hal 83)

Ragam Merril (1983) Kemp, dkk (1994) Andreson & Krathwolh (eds, 2001) Romiszowski (1981)
Istilah Type of content(jenis) Content struktures (struktur) Knowledge Dimension (Dimensi Pengetahuan) Knowledge Categories (Kategoripengetahuan)
Fakta Ya Ya Ya Ya
Konsep Ya Ya Ya Ya
Prinsip Ya Ya Tidak Ya
Prosedur Ya Ya Ya Ya
Kemampuanantar pribadi/sosial Tidak Ya Tidak Ya
Sikap Tidak Ya Tidak Ya
Metakognitif Tidak Tidak Ya Ya
Motorik Tidak Tidak Tidak Ya

2. Sifat pengetahuan3. Jenjang belajar dan kompetensi

Merril dalam matriksnya tentang jenjang belajar menjelaskan proses berfikir seseorang dikelompokkan menjadi, mengingat, menggunakan/menerapkan dan menemukan. Sedangkan Krathwolh & Anderson, dkk merumuskan dengan mengingat, mengerti, menerapkan, menganalisis, menilai dan berkreasi.

Dalam kawasan kognitif tujuan pendidikan dibagi menjadi enam jenjang, yaitu, pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Menurut Bloom dalam Suparman (2001, hal. 79), bahwa keenam jenjang tersebut bersifat hirakikal dimuai dari jenjang  yang paling bawah yaitu pengetahuan sampai ke jenjang paling tinggi yaitu evaluasi. Artinya, jenjang dibawah menjadi prasyarat untuk diatasnya.

4. Teknik penyajian

Dalam hal teknik penyajian, hasil kajian membantu para pakar bidang ilmu untuk memikirkan bagimana menyajikan pengetahuan tersebut kepada peserta didik agar mudah dipahami dan digunakan dalam jangka waktu yang lama. Teknik penyajian yang diterapkan adalah penyajian contoh dan penyajian berpola.

5. Konteks ragam pengetahuan

Setiap mata pelajaran tertentu dikembangkan sebagai pengetahuan. Pengetahuan seringkali dikaitkan dengan keahlian, strategi pembelajaran serta mata pelajaran dan perbedaan individu (dalam hal ini potensi seseorang).

C. ANALISIS TUGAS

Analisis belajar khususnya atau learning task analysis, terkait dengan sifat pengetahuan, jenjang belajar dan kompetensi, apakah yang paling mudah atau pengetahuan yang paling sulit, apakah mulai dari jenjang yang paling bawah (mengingat) sampai pada jenjang yang paling tinggi seperti menilai dan berkreasi. Analisis tugas adalah proses menjabarkan prilaku umum menjadi prilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematis. Kegiatan ini harus dapat mengidentifikasi prilaku-prilaku khusus yang dapat menggambarkan prilaku umum secara terperinci, langkah-langkah yang digunakan harus tepat dan akurat.

          Analisis tugas bertujuan guna menentukan bagian-bagian tugas, informasi yang dibutuhkan/diperlukan, input serta masukan dalam pengambilan keputusan untuk menerapkan konten pembelajaran, sehingga menghasilkan pembelajaran yang efisien dan tepat sasaran.

Analisa tugas meliputi:

  1. Sumber informasi, adalah para pakar yang memiliki pengalaman praktis dalam suatu keterampilan serta mempunyai informasi mutakhir tentang teknik dan peralatan yang dibutuhkan.
  2. Merinci tugas, adalah kegiatan yang dilakukan untuk mempelajari apa yang harus dilaksanakan untuk menyelesaikan sebuah tugas.
  3. Membuat diagram alur, diagram alur disebut juga pohon keputusan atau algoritma. Diagram alur adalah urutan pelaksanaan tugas menurut data yang dikumpulkan. Kemudian bisa dilanjutkan dengan membuat bagan/skema berjenjang. Skema berjenjang dimulai dari bawah dengan konten yang lebih mudah, kemudian berurut jenjang keatas, mencerminkan makin keatas semakin sulit dalam rentangn waktu yang telah disediakan.

Analisa tugas mencakup penentuan dan penegasan pengetahuan dasar yang berhubungan antara bagian-bagian tugas. Ada 2 jenis pengelompokkan tugas, (1) Pengetahuan yang berhubungan dengan tugas-tugas khusus, (2) Tugas umum atau isi pengetahuan ang diterapkan terhadap sejumlah tugas.

Disamping jenis pengelompokkan tugas, ada tiga jenis analisis menurut Sells (1998),yaitu analisis kebutuhan, analisis tugas dan analisis pembelajaran, yaitu sbb:

Skema 3. Analisis

          Kalau diamati emapat sifat pengetahuan, yaitu meliputi (1) pengetahuan inti, (2) pengetahuan prasyarat, (3) pengetahuan lanjutan, dan (4) pengetahuan pendukung, maka dalam analisis tugas perlu dicermati satu persatu sebagai berikut (Dewi, 2007, hal. 93):

Pengetahuan inti

Yaitu pengetahuan yang menjadi tumouan untuk penguasaan kompetensi dasar tertentu. Tanpa pemahaman pengetahuan inti, peserta didik tidak mungkin dapat menguasai kompetensi.pengetahuan inti berisi pengetahuan utama yang harus dikuasai.

Pengetahuan prsyarat

Berarti pengetahuan yang menjadi landasan berfikir pengetahuan inti yang benar-benar harus dikuasai sebelum pengetahuan inti tersebut dipelajari. Kemampuan prasyarat ini  harus sudah mengendap sedini mungkin sebelum pengetahuan inti diberikan.

Pengetahuan lanjutan

Jenjang pengetahuan yang lebih sulit dan mendalam. Tentunya penyampaian pengetahuan lanjutan diberikan kalau pengetahuan inti sudah benar-benar dikuasai.

Pengetahuan pendukung

Hanya sebagai pengayaan pengetahuan inti dan lanjutan dikuasai, tidak tergantungatassalah satu sifat pengetahuan lainnya.

Referensi:

Prawiradilaga, Dewi Salam. (2007). Prinsip Disain Pembelajaran. Kencana dan UNJ Jakarta.

Suparman, M. Atwi. (2001). Disain Instruksional. PAU-PPAI. Universitas Terbuka. Jakarta.

 
Leave a comment

Posted by on September 21, 2011 in Desain Pembelajaran

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: