RSS

Peneilitan Kualitatif

07 Feb

A.    Apa itu penelitian kualitatif?

Penelitian kualitatif adalah untuk memahami (to understand) fenomena atau gejala sosial dengan lebih menitik beratkan pada gambaran yang lengkap tentang fenomena yang dikaji daripada memerincinya menjadi variabel-variabel yang saling terkait. Harapannya ialah diperoleh pemahaman yang mendalam tentang fenomena untuk selanjutnya dihasilkan sebuah teori.

Tiga pendekatan Kualitatif dalam Pendidikan

1.  Positivist

Dalam bentuk ini, pendekatan kuantitatif meletakkan pendidikan atau lembaga pendidikan adalah sebagai objek, gejala – gejala atau system pengajaran disekolah yang akan diteliti.

2.  Interpretive

Pada pendekatan interpretive, pendidikan diletakkan pada proses yang dilakukan dan sekolah dianggap sebagai pengalaman nyata

3.  Critical research

Pendidikan diletakan pada institusi social yang didesain untuk social dan budaya dan perkembangan lainnya

 a.      Karakteritik penelitian kualitatif

1. Permasalahan Masa Kini
Pada umumnya penelitian kualitatif mengarahkan kegiatannya pada masalah kekinian. Subjek peristiwa yang diteliti bukan masa lampau seperti dalam penelitian sejarah. Dengan demikian penelitian kualitatif bersifat empirik dengan sasaran penelitiannya yang berupa beragam permasalahan yang terjadi di masa kini.

2. Natural Setting
Topik penelitian kualitatif diarahkan pada kondisi asli apa adanya, sesuai dengan di mana, dan kapan subjek penelitian berada. Dengan demikian sasaran penelitian berada dalam posisi kondisi asli seperti apa adanya secara alami tanpa rekayasa penelitian.

3. Bersifat Holistik.
Penelitian Kualitatif memandang berbagai masalah selalu berada dalam kesatuannya tidak terlepas dari kondisi yang lain yang menyatu dalam suatu konteks. Berbagai variable yang dikaji tidak bisa dipahami secara terpisah dari posisi keterkaitanya dalam suatu konteks keseluruhan.

4. Memusatkan pada deskripsi.
Penelitian kualitatif memusatkan pada kegiatan ontologis, sehingga data yang dikumpulkan terutama berupa kata kata, kalimat atau gambar memiliki makna yang lebih nyata daripada sekedar angka atau frekuensi.

5. Analisis induktif.
Penelitian kualitatif menekankan pada analisis induktif. Data yang dikumpulkan bukan dimaksudkan untuk mendukung atau menolak hipotesis penelitian, tetapi abstraksi disusun sebagai kekhususan yang telah terkumpul dan dikelompokkan melalui proses pengumpulan data yang dilakukan secara teliti.

6. Desain penelitian lentur dan terbuka.
Dalam penelitian kualitatif, desain disusun secara lentur dan terbuka disesuaika n dengan kondisi sebenarnya yang dijumpai di lapangan. Penelitian tidak menerima desain yang ditentukan secara apriori karena tidak tepat dalam menghadapi realitas dari berbagai masalah yang sebelumnya tidak diketahui.

7. Peneliti sebagai alat utama penelitian.
Berbagai alat pengumpulan data dapat dimanfaatkan sebagai peralatan penunjang dalam penelitian kualitatif , namun demikian , alat penelitian utamanya tetaplah peneliti sendiri.

8. Purposive Sampling.
Mengingat bahwa penelitian kualitatif tidak ada tujuan untuk melakukan generalisasi, maka penarikan sampel dilakukan dengan teknik cuplikan yang bersifat purposive.

9. Makna sebagai perhatian utama.
Peneliti memusatkan dirinya pada participant perspektive. Dengan demikian dapat dihindari perumusan makna mengenai sesuatu di dlaam konteksnya yang berdasarkan pandangan hanya dari penelitnya sendiri.

10. Bentuk laporan dengan model studi kasus.
laporan penelitian kualitatif cenderung untuk menggunakan model laporan studi kasus, karena lebih sesuai bagi penyajian realitas multiperspektif dengan kekayaan deskripsinya.

b. Jenis Penelitian kualitatif

Sebagai background penelitian kualitatif adalah analisis kehidupan phenomenologi; etnometodelogi; interaksionisme simbolik; kontruktivisme, ilmu sosial hermeneutik (Flick, 2004) dan natural (Jensen, 2002). Untuk tujuan ilustrasi, Creswell menyoroti lima jenis utama, yang memberikan perhatian khusus pada studi kasus, penelitian kualitatif yang digunakan dalam banyak cabang ilmu Hancok dan Algozzine (2006) antara lain

a) Penelitian fenomenologis adalah salah satu jenis penelitian kualitatif. Studi ini mengeksplorasi makna dari pengalaman beberapa orang yang tinggal di sekitar isu-isu tertentu atau fenomena. Asumsinya adalah bahwa ada suatu esensi atau makna sentral dari pengalaman yang dimiliki oleh individu yang dapat diselidiki dan dijelaskan melalui penelitian. Dalam studi fenomenologis, pengalaman dari orang yang berbeda dianalisa untuk menggambarkan esensi dari fenomena, seperti esensi orang yang memiliki penyakit kanker atau menjadi minoritas di lingkungan mayoritas.

b)  Studi etnografi, jenis kedua dari penelitian kualitatif, menyelidiki kelompok budaya atau sosial yang utuh, untuk menemukan dan menggambarkan keyakinan, nilai, dan sikap bahkan struktur perilaku, bahasa, dan interaksi kelompok. Temuan ini didasarkan terutama pada pengamatan oleh peneliti, yang tenggelam dalam pengaturan kelompok untuk jangka waktu tertentu. Peneliti mengamati dan merekam suara anggota kelompok dengan tujuan menciptakan sebuah potret budaya.

c)  Dalam grounded-teori; dalam penelitian kualitatif ini, peneliti berusaha untuk membuat sebuah teori yang menjelaskan beberapa tindakan, interaksi, atau proses. Penyidik ​​adalah instrumen utama pengumpulan data dan upaya untuk memperoleh arti induktif dari data.Produk dari jenis penelitian kualitatif ini adalah sebuah teori substantif yang “membumi” dalam data. Teori substantif cenderung untuk menjelaskan lebih spesifik, situasi sehari-hari daripada melakukan lebih formal, yang mencakup semua teori.

d) Studi biografis, termasuk sejarah kehidupan dan oral dan biografi klasik dan penafsiran, merupakan jenis lain dari penelitian kualitatif, di mana peneliti mengeksplorasi individu tunggal dan dia atau pengalamannya. Temuan ini sebagian besar bercerita lisan oleh orang yang sedang dipelajari atau dari dokumen dan bahan-bahan arsip yang berhubungan dengan kehidupan seseorang. Tujuannya adalah untuk menemukan dan menyajikan tema-tema yang menunjukkan poin penting dalam kehidupan seseorang yang benar-benar mengungkapkan individu.

e) Studi kasus merupakan jenis lain dari penelitian kualitatif. Penelitian berbeda dari jenis lain, bahwa penelitian ini adalah menggunakan analisis intensif dan deskripsi. dari satu unit atau sistem dibatasi oleh ruang dan waktu. Topik yang sering diteliti dalam studi kasus meliputi individu, kejadian, atau kelompok. Melalui studi kasus, peneliti berharap untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang situasi dan makna bagi mereka yang terlibat. Merriam (2001) menunjukkan bahwa wawasan yang diperoleh dari studi kasus secara langsung dapat mempengaruhi kebijakan, prosedur, dan penelitian masa depan.

c.Peneliti

seperti halnya instlnameht penelitian lainnya. Sejauh mana peneliti memiliki karakteristik kepribadian tertentudan keterampilan yang diperlukan untuk jenis penelitian perlu dinilai,-hanya sebagai skala rating atau formulir survei akandinilai dalam jenis penelitian.

peneliti kualitatif harusmemiliki ambiguitastolerancefor besar. Sepanjang  penelitian prosesdari merancang studys untuk pengumpulan data, analisis data-ada prosedur yang ditetapkan tidak ada atau protokol yang dapat diikuti langkah demi langkah. Pedoman dan pengalaman orang lain dapat membantu, tetapi peneliti harus dapat mengenali bahwa caraterbaik untuk melanjutkan tidak selalu terlihat jelas

B.  Studi kasus sebagai penelitian kualitatif

Studi kasus adalah cara penelitian yang lazim digunakan pada penelitian dibidang p[endidikan. Walcott`s ( 1973) mengatakan bahwa studi kasus lazim digunakan untuk penelitian dengan tujuan tertentu untuk penyelesaian studi / program

a. Penegrtian studi kasus

Penelitian studi kasus adalah sebuah metoda penelitian yang secara khusus menyelidiki fenomena kontemporer yang terdapat dalam konteks kehidupan nyata, yang dilaksanakan ketika batasan-batasan antara fenomena dan konteksnya belum jelas, dengan menggunakan berbagai sumber data. Dalam kaitannya dengan waktu dan tempat, secara khusus Yin (2003a; 2009) menjelaskan bahwa obyek yang dapat diangkat sebagai kasus bersifat kontemporer, yaitu yang sedang berlangsung atau telah berlangsung tetapi masih menyisakan dampak dan pengaruh yang luas, kuat atau khusus pada saat penelitian dilakukan. Secara sekilas, metoda penelitian ini sama dengan metoda penelitian kualitatif pada umumnya

Creswell (1998) menjelaskan bahwa suatu penelitian dapat disebut sebagai penelitian studi kasus apabila proses penelitiannya dilakukan secara mendalam dan menyeluruh terhadap kasus yang diteliti

 b. Tipe Studi Kasus kualitatif

1. Tipe Kasus Tunggal

K. Yin mengatakan bahwa rasional untuk kasus tunggal adalah bilamana desain studi kasus tunggal bisa dibenarkan dalam kondisi-kondisi sebagai berikut :

  • Kasus tersebut mengetengahkan suatu uji penting tentang teori yang penting
  • Merupakan suatu peristiwa yang langka atau unik
  • Bertujuan dengan tujuan penyingkapan

Desain kasus tunggal berdasarkan unit analisisnya dibagi kedalam dua macam, diantaranya :

  • Desain studi kasus tunggal holistik : yaitu jika hanya dalam satu kasus yang diteliti hanya menganalisis sebuah persoalan pokok dimana tidak bisa diindentifikasikan kedalam sub-sub lainnya.
  • Desain studi kasus tunggal terjalin : menggunakan unit multi analisis

 2. Desain Multikasus

Desain multikasus berdasarkan unit analisisnya dibagi kedalam dua macam, diantaranya

  • Desain Multikasus Holistik : yaitu terdiri dari beberapa kasus namun hanya satu hal yang diteliti
  • Desain Multikasus Terjalin : yaitu terdiri dari beberapa kasus dan beberapa unit analisis

C. Teknik-teknik pengambilan sampel

Secara umum, ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu, sampel acak atau random sampling / probability sampling, dan sampel tidak acak atau nonrandom samping/nonprobability sampling. Yang dimaksud dengan random sampling adalah cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Artinya jika elemen populasinya ada 100 dan yang akan dijadikan sampel adalah 25, maka setiap elemen tersebut mempunyai kemungkinan 25/100 untuk bisa dipilih menjadi sampel. Sedangkan yang dimaksud dengan nonrandom sampling atau nonprobability sampling, setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel. Lima elemen populasi dipilih sebagai sampel karena letaknya dekat dengan rumah peneliti, sedangkan yang lainnya, karena jauh, tidak dipilih; artinya kemungkinannya 0 (nol).

D. Pengumpulan Data kualitatif

Teknik pengumpulan data yang paling umum dipakai dalam penelitian kualitatif, yaitu observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Pemilihan ketiga teknik pengumpulan data ini harus relevan dengan pertanyaan penelitian. Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang fundamental dan sangat penting dalam semua penelitian kualitatif. Dalam melaporkan observasi, penulis perlu menjelaskan beberapa hal, yaitu satuan analisis (apa atau siapa yang diobservasi), jenis observasi apa yang dipakai, manfaat atau kelemahan jenis observasi yang dipakai, berapa kali dan berapa lama observasi dilakukan, apa yang dilihat dalam observasi, bagaimana cara merekam data observasi, upaya yang dilakukan untuk mengurangi bias dalam proses observasi, perlu menghubungkan data observasi dengan sumber atau teknik data yang lain, satu teknik pengumpulan data untuk menjawab semua pertanyaan penelitian, kelemahan apa yang ada dalam proses observasi, dan masalah yang ada dalam implementasi program perlu juga disebutkan.

Wawancara memainkan peran yang sangat penting dalam penelitian kualitatif. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan wawancara, yaitu jenis wawancara yang dipakai, siapa yang diwawancarai, apakah wawancara dilakukan perorangan atau kelompok, apa yang ditanyakan, data wawancara disimpan di aman, proses wawancara (direkamkah, tujuan, di mana, mengapa, apakah), penjelasan yang membuat yang diwawancarai merasa bebas, kelemahan proses wawancara, kesadaran bahwa wawancara mempunyai potensi bias, penjelasan apakah pertanyaan wawancara diujicobakan, dan penjelasan apakah peneliti mengembalikan hasi transkripsi kepada partisipan.

Dalam memaparkan langkah teknik analisis dokumen peneliti sering mengalami kegagalan dalam menernagkan beberapa hal, seperti tujuan dari analisis dokumen, apakah dokumen yang dianalisis cukup, apa yang dicari dari dokumen yang dianalisis, di mana data dari analisis dokumen disimpan di disertasi, dan apa makna dari data yang diperoleh dari dokumen.

E.  MENJADI SEORANG PENGAMAT YANG CERMAT

  1. Observasi dalam Penelitian

Kita sering melakukan pengapatan terhadap dunia dan prilaku kita sehari-hari karna hasil pengamatan ini akan membuat kita memahami dunia kita dan membimbing tindakan kita untuk dimasa yang akan datang. Kebanyakan pengamatan ini dilakukan secara rutin secara tidak sadar dan tidak sistematis. Itu adalah bagian dari hidup, bagian dari interaksi akal sehat manusia dengan dunia. tetapi seperti santai bercakap-cakap dengan seseorang berbeda dari pengamatan penelitian. pengamatan merupakan alat penelitian ketika (Kidder,1981 b.p.264) :

  1. tujuan penelitian telah dirumuskan
  2. sengaja direncanakan
  3. dicatat secara sistematis
  4. subjek terkena pemeriksaan dan kontrol pada validitas dan reliabelitas

Apa yang Harus diamati?

Yang akan diperhatikan dalam melakukan pengamatan dapat ditentukan oleh beberapa faktor, yang berada pada urutan pertama adalah tujuan peneliti dalam melakukan penelitian. Semetara faktor-faktor lainnya adalah kerangka konseptual dan masalah atau pertanyaan yang menarik untuk diteliti.

Berikut adalah daftar hal-hal  untuk mengamati, setidaknya untuk mendapatkan menatap dalam kegiatan ini :

  1. Pengaturan fisik
  2. Peserta
  3. Kegiatan dan Interaksi
  4. Percakapan
  5. Faktor halus
  6. Anda sendiri perilaku

setiap pengalaman observasi partisipan memiliki ritme dan aliran sendiri. tidak ada jumlah ideal untuk menghabiskan waktu mengamati, juga tidak ada satu pola yang disukai pengamatan. untuk beberapa situasi, pengamatan selama jangka waktu yang mungkin paling tepat, bagi orang lain, pengamatan periodik pendek paling membuat rasa mengingat tujuan penelitian dan kendala praktis.

proses pengumpulan data melalui pengamatan dapat dibagi menjadi tiga tahap. masuk, pengumpulan data dan keluar.

Hubungan antara Pengamat dan yang diamati

Gold’s (1958) tripologi klasik menawarkan spektrum dari emapt sikap yang mungkin dilaksanakan :

  • Lengkap peserta
  • Partisipan sebagai pengamat
  • Pengamat sebagai participant
  • Lengkap pengamat

Rekaman Observasi

Peneliti memerlukan perangkat atau teknik untuk mengingat dan merekam setiap kegiatan pengamatan yang spesifik, kegiatan ini akan menjadi bagian mengintimidasi penelitian kualitatif. Taylor dan Bogdan (1984) menawarkan beberapa saran untuk mengingat data, kegiatan mengingat ini akan membantu peneliti dalam melakukan pengamatan.

  • Memperhatikan
  • Fokus pada kegiatan yang lebih spesifik yaitu interaksi orang atau kegiatan, sedangkan mental menghalangi semua yang lain
  • Mencari kata kunci dalam pernyataan orang yang akan menonjol nanti
  • Berkonsentrasi pada pernyataan pertama dan terakhir dalam percakapan masing-masing
  • Mental memutar kembali ucapan dan adegan selama istirahat dalam berbicara atau mengamati

 menggabungkan bagian data kemudian menjadi catatan lapangan asli.

Isi catatan lapangan biasanya meliputi :

  1. Deskripsi verbal mengenai pengaturan orang-orang, khususnya aktivitas
  2. Kutipan langsung atau setidaknya substansi dari apa yang orang katakan
  3. Komentar pengamatan, diletakan di margin atau dalam narasi berjalan dan identifikasi dengan menggarisbawahinya, memberi tanda kurung dan memberi inisal.

 observasi merupakan sarana utama pengumpulan data dalam penelitian kualitatif.

 F.     PENGGALIAN DATA DARI DOKUMEN

Wawancara dan pengamatan merupakan dua strategi pengumpulan data yang dirancang untuk mengumpulkan data yang secara khusus menangani pertanyaan-pertanyaan penelitian. Namun dokumen biasanya diproduksi untuk alasan lain oleh karena itu tidak tunduk pada keterbatasan yang sama dengan wawancara dan pengamatan.

Sifat Dokumen

LeCompte dan Preissle (1993)  mendefinisikannya sebagai artefak “bahan simbolik seperti menulis dan menyanyi dan bahan nonsymbolic seperti alat-alat dan perabotan. lain menggunakan istilah” tersedia “materi atau penelitian di tangan. peneliti mungkin menggunakan surat atau transkrip televisi, dokumen sejarah atau rekening jurnalistic, artefak  kesukuan atau karya seni.

 Jenis Dokumen

Catatan publik, dokumen pribadi dan materi fisik merupakan tiga jenis  dokumen yang dapat digunakan peneliti untuk dinalisis. Lagi pula penelti dapat membuat dokumen harus didasari pada tujuan penelitian.

Catatan Publik

Catatan publik adalah catatan yang berlangsung secara terus menerus pada suatu masyarakat (webb and others, 1981). Guba dan Lincoln (1981) yang pertama dan yang paling penting untuk orang yang mencari cacatan resmi adalah menganggap bahwa semua yang terjadi, itu ada catatannya. Dokumen publik termasuk didalamnya catatan akte kelahiran, kematian dan pernikahan

Dokumen Pribadi

Berbeda dengan sumber-sumber publik data, dokumen pribadi “mengacu pada setiap narasi orang pertama yang menggambarkan tindakan individu, pengalaman, dan keyakinan” (Bogdan dan Biklen, 1992, hal 132), dokumen tersebut meliputi buku harian, surat, video rumah , khotbah, pertumbuhan anak-anak catatan, scrapbooks dan, foto album, calendr.rs, otobiografi, dan perjalanan log

Bahan Fisik

Materi fisik sebagai bentuk dokumen, didefinisikan secara luas, terdiri dari benda-benda fisik yang ditemukan dalam pengaturan studi. Anthropoldgists biasanya merujuk ke objek-objek ini sebagai fakta ars, yang meliputi alat, mengimplementasikan, peralatan, dan instrumen hidup sehari-hari. Hodder (1994) termasuk artefak dan teks tertulis yang telah fisik alami dari waktu ke waktu sebagai “barang bukti bisu” (hal. 398) dalam studi budaya. Dalam penelitian terhadap siswa dengan cacat fisik, misalnya, khusus dirancang atau dimodifikasi alat untuk belajar (komputer, peralatan olah raga, dan sebagainya) dapat dimasukkan sebagai bagian dari database.

Dokumen yang dihasilkan peneliti

Data kuantitatif yang dihasilkan oleh peneliti juga jatuh ke dalam kategori dokumen. Tes proyektif,, tindakan sikap, pemeriksaan konten, data statistik dari survei pada sejumlah topik ali dapat dianggap sebagai dokumen untuk mendukung penyelidikan kualitatif. Dalam sebuah studi kasus program pelatihan petugas kesehatan daerah ‘, misalnya, data yang dikumpulkan dari kuesioner tertulis maupun melalui pengamatan dan wawancara. Hasil survei tersebut menjadi bahan pembantu dokumenter untuk observasi dan wawancara berbasis temuan dari studi (Dominick dan Cervero, 1987).

Menggunakan Dokumen dalam Penelitian Kualitatif

Menggunakan bahan dokumenter sebagai data tidak jauh berbeda dengan menggunakan wawancara atau observasi. Glaser dan Strauss (1967) bandingkan kerja lapangan dengan penelitian kepustakaan.

Menentukan keaslian dan keakuratan dokumen adalah bagian dari proses penelitian. Burgess (1982) menulis bahwa dokumen tidak boleh digunakan dalam isolasi. Ini adalah tanggung jawab peneliti untuk menentukan sebanyak mungkin tentang dokumen, asal-usulnya dan alasan sedang ditulis, penulisnya, dan konteks di mana ia tertulis. Guba dan Lincoln (1981), mengutip Clark (1967).

Keterbatasan dan Kekuatan Dokumen

Masalah utama dalam ketiga bahan dokumenter adalah menentukan keaslian dan keakuratan dokumen tersebut, bahkan catatan publik yang dimaksudkan untuk menjadi obyektif dan akurat terkadang mengandung bias yang dibangun pada seorang peneliti tetapi sipeneliti itu tidak menyadarinya.

Salah satu keuntungan terbesar dalam menggunakan bahan dokumenter adalah stabilitas. Tidak seperti wawancara dan observasi, kehadiran penyidik ​​tidak mengubah apa yang sedang dipelajari. Data Dokumenter adalah “objektif” sumber data dibandingkan dengan bentuk lainnya.

Data online Vs Data Ofline

Dalam penelitian kualitatif, tiga cara dasar untuk mengumpulkan data secara tradisional telah melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan dokumen dan artefak (Merriam dan Simpson, 1995) banyak referensi dan sumber data yang tersedia on-line mencerminkan karakteristik dari sumber data

Untuk tingkat tertentu, pengumpulan data online menawarkan perpanjangan elektronik teknik penelitian yang lebih mudah, memperluas ruang lingkup data yang tersedia untuk peneliti. Tentu saja, banyak keputusan yang dihadapi dalam situasi offline muncul dalam bentuk paralel dalam riset online

Pengaruh Menengah pada pengumpulan Data

Dalam penelitian kualitatif, peneliti merupakan instrumen utama untuk pengumpulan data dan analisis. Faktor ini biasanya dirasakan sebagai keuntungan, karena manusia responsif dan adaptif. Pada saat yang sama, ia membawa tanggung jawab penilaian dan pelaporan bias peneliti yang mungkin berdampak pada akhir studi.

G. Analysis data

Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif di dasarkan pada pendekatan yang digunakan. Beberapa bentuk analisis data dalam penelitian kualitatif, yaitu:

1. Biografi

Langkah-langkah analisis data pada studi biografi, yaitu:

  1. Mengorganisir file pengalaman objektif tentang hidup responden seperti tahap perjalanan hidup dan pengalaman. Tahap tersebut berupa tahap kanak-kanak, remaja, dewasa dan lansia yang ditulis secara kronologis atau seperti pengalaman pendidikan, pernikahan, dan pekerjaan.
  2. Membaca keseluruhan kisah kemudian direduksi dan diberi kode.
  3. Kisah yang didapatkan kemudian diatur secara kronologis. Selanjutnya peneliti mengidentifikasi dan mengkaji makna kisah yang dipaparkan, serta mencari epipani dari kisah tersebut.
    e. Peneliti juga melihat struktur untuk menjelaskan makna, seperti interaksi sosial didalam sebuah kelompok, budaya, ideologi, dan konteks sejarah, kemudian memberi interpretasi pada pengalaman hidup individu.
    f. Kemudian, riwayat hidup responden di tulis dengan berbentuk narasi yang berfokus pada proses dalam hidup individu, teori yang berhubungan dengan pengalaman hidupnya dan keunikan hidup individu tersebut.

2. Fenomenologi

Langkah-langkah analisis data pada studi fenomenologi, yaitu:

a. Peneliti memulai mengorganisasikan semua data atau gambaran menyeluruh tentang fenomena pengalaman yang telah dikumpulkan.

b. Membaca data secara keseluruhan dan membuat catatan pinggir mengenai data yang dianggap penting kemudian melakukan pengkodean data.

c.Menemukan dan mengelompokkan makna pernyataan yang dirasakan oleh responden dengan melakukan horizonaliting yaitu setiap pernyataan pada awalnya diperlakukan memiliki nilai yang sama. Selanjutnya, pernyataan yang tidak relevan dengan topik dan pertanyaan maupun pernyataan yang bersifat repetitif atau tumpang tindih dihilangkan, sehingga yang tersisa hanya horizons (arti tekstural dan unsur pembentuk atau penyusun dari phenomenon yang tidak mengalami penyimpangan).

d. Pernyataan tersebut kemudian di kumpulkan ke dalam unit makna lalu ditulis gambaran tentang bagaimana pengalaman tersebut terjadi.

e. Selanjutnya peneliti mengembangkan uraian secara keseluruhan dari fenomena tersebut sehingga menemukan esensi dari fenomena tersebut. Kemudian mengembangkan textural description (mengenai fenomena yang terjadi pada responden) dan structural description (yang menjelaskan bagaimana fenomena itu terjadi).

f. Peneliti kemudian memberikan penjelasan secara naratif mengenai esensi dari fenomena yang diteliti dan mendapatkan makna pengalaman responden mengenai fenomena tersebut.

g. Membuat laporan pengalaman setiap partisipan. Setelah itu, gabungan dari gambaran tersebut ditulis.

3. Grounded theory

Langkah-langkah analisis data pada studi grounded theory, yaitu:

  • Mengorganisir data
  • Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode
  • Open coding, peneliti membentuk kategori informasi tentang peristiwa dipelajari.
  • Axial coding, peneliti mengidentifikasi suatu peristiwa, menyelidiki kondisi-kondisi yang menyebabkannya, mengidentifikasi setiap kondisi-kondisi, dan menggambarkan peristiwa tersebut.
  • Selective coding, peneliti mengidentifikasi suatu jalan cerita dan mengintegrasikan kategori di dalam model axial coding.

Selanjutnya peneliti boleh mengembangkan dan menggambarkan suatu acuan yang menerangkan keadaan sosial, sejarah, dan kondisi ekonomi yang mempengaruhi peristiwa.

4. Etnografi

Langkah-langkah analisis data pada studi etnografi, yaitu:
a. Mengorganisir file.
b. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode.
c. Menguraikan setting sosial dan peristiwa yang diteliti.
d. Menginterpretasi penemuan.
e. Menyajikan presentasi baratif berupa tabel, gambar, atau uraian.

5. Studi kasus
Langkah-langkah analisis data pada studi kasus, yaitu:
a. Mengorganisir informasi.
b. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode.
c. Membuat suatu uraian terperinci mengenai kasus dan konteksnya.
d. Peneliti menetapkan pola dan mencari hubungan antara beberapa kategori.
e. Selanjutnya peneliti melakukan interpretasi dan mengembangkan generalisasi natural dari kasus baik untuk peneliti maupun untuk penerapannya pada kasus yang lain.
f. Menyajikan secara naratif.

H.Validitas Data dan Reliabilitas Dalam Penelitian kualitatif

  1. Validitas
    Banyak hasil penelitian kualitatif diragukan kebenarannya karena beberapa hal, yaitu subjektivitas peneliti merupakan hal yang dominan dalam penelitian kualitatif, alat penelitian yang diandalkan adalah wawancara dan observasi mengandung banyak kelemahan ketika dilakukan secara terbuka dan apalagi tanpa kontrol, dan sumber data kualitatif yang kurang kredibel akan mempengaruhi hasil akurasi penelitian.
  2. Reliabilitas
    Reliabilitas penelitian kualitatif dipengaruhi oleh definisi konsep yaitu suatu konsep dan definisi yang dirumuskan berbeda-beda menurut pengetahuan peneliti, metode pengumpulan dan analisis data, situasi dan kondisi sosial, status dan kedudukan peneliti dihadapan responden, serta hubungan peneliti dengan responden.
About these ads
 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: