RSS

EVALUASI KURIKULUM

01 Dec

Orstein & Hunkins Bab 10

 Pendahuluan

Teori dan praktek evaluasi kurikulum telah mengalami perubahan sepanjang abad ini yang pada akhirnya penekanan adalah pada usaha mencari jalan untuk memperbaiki program atau kurikulum daripada sekedar pengukuran prestasi anak didik saja. ( Schumbert ; 1986).

Tipe evaluasi seperti ini menunjukkan perhatian yang makin besar terhadap ilmu-ilmu tingkah laku. Tes psikologi dan tes intelegensi yang dipakai untuk menetapkan tingkat keselarasan belajar anak didik serta untuk mendapatkan keterangan mengapa para anak didik mengalami kesulitan belajar. Tyler, et.al. dalam studi ini mengembangkan filsafat evaluasi yang menekankan pencapaian tujuan kognitif dan afektif tingkat tinggi. Dengan konsepsi baru, evaluasi diharapkan dapat menunjang lebih jauh mengetahui apa yang terjadi di dalam kelas. Kegunaan evaluasi lingkungan yang lebih besar yaitu:

  1. Untuk mengetahui keberhasilan belajar anak didik
  2. Untuk memperbaiki program belajar atau proses belajar mengajar
  3. Untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan pendidikan, yang selanjutnya dapat dipakai sebagai dasar revisi program pengajaran.

Pada hakikatnya evaluasi adalah proses yang dilakukan untuk mengumpulkan data, dengan data yang terkumpul dapat dianalisa untuk menetapkan suatu keputusan, antara menerima, menolak atau merevisi. Jadi tujuan evaluasi adalah untuk menyaring informasi-informasi melalui data yang tujuannya untuk mengetahui letak keberhasilan atau kegagalan dari suatu rencana yang telah ditetapkan.

Defenisi Evaluasi

Menurut Bruce Tuvkman evaluasi adalah alat untuk menetukan apakah program yang direncanakan mencapai sasaran, yaitu apakah hasil dari serangkaian input instruksional sesuai dengan yang diinginkan atau hasil yang dispesifikasikan. Daniel Stufflebean berpendapat bahwa evaluasi adalah proses yang menggambarkan, mendapatkan dan menyediakan informasi yag bermanfaat untuk menimbang alternative-alternatif keputusan.

Dari defenisi di atas, dapat dilihat bahwa evaluasi sangat penting sebagai proses identifikasi dan pengumpulan informasi yanga akan membantu menetapkan keputusan dalam memilih alternative yang bervariasi guna memperdayakan kurikulum menjadi lebih baik.

Perbedaan Pengukuran dan Evaluasi

Fred Kerlinger mendeinisikan, bahwa pengukuran berguna untuk menetapkan angka-angka pada suatu objek atau kejadian sesuai dengan peraturan-peraturannya, misalnya pada sebuah evaluasi 70% berarti tidak ada seorangpun yang kurang dari nilai tersebut dan ini menyatakan bahwa 70% berarti passing atau lulus atau berpenampilan yang berhasil. Melalui pengukuran tenaga edukatif memungkinkan mencatat tingkatan siswa dalam mencapai suatu prestasi. Setelah itu dibuat suatu keputusan alternative yang akan diperlakukan. Jadi pengukuran berhubungan dengan pengumpulan informasi yang akan dievaluasi atau dapat dikatakan bahwa evaluais dilakukan dari hasil pengukuran yang dilakukan.

Kegunaan Evaluasi Kurikulum

Ada beberapa kegunaan manfaat daripada evaluasi kurikulum, yaitu sebagai berikut :

1). Untuk mengetahui sejauh mana keuntungan dan kelemahan dari tujuan yang telah    dicapai

2). Untuk mengambil keputusan antara menerima, merevisi atau menolak program yang sudah dibuat

3). Untuk menyaring data guna mendukung keputusan yang diambil.

Pertanyaan Evaluasi

Menurut Marnet Talmage ada lima macam tipe pertanyaan dalam evaluasi kurikulum, yaitu :

1).  Pertanyaan Nilai Intrinsik

 Pertanyaan ini mengacu pada nilai kebaikan dan kesesuaian kurikulum dan pelaksanaannya, penilaian intrinsik lebih mendasar pada filsafat dan teori-teori psikologi. Pertanyaan intrinsic agak sulit diproses, hal ini disebabkan karena adanya area pembahasan di sekolah yang prinsip, dan manusia ini tidak difomulasikan secara baik.

          2). Pertanyaan Nilai Instrumental

            Pertanyaan ini mengarah pada target kurikulum secara umum atau batas pencapaian terhadap suatu kelompok siswa. Pertanyaan yang akan dijawab untuk apa kurikulum itu, serta menentukan siapa audiens yang diinginkan. Dalam instrumental ini mengandung aspek filosofis, psikologis, materi, aktivitas dan metode. Audiens yang akan dievaluasi haru didefinisikan sejak dari awal, karena tidak semua kurikulum berharga bagi siswa.

         3). Pertanyaan Nilai Koperatif

             Nilai koperatif berguna bagi program baru untuk menilai apakah program baru yang telah dibuat lebih baik dari program lama. Dalam melakukan koperatif ini perlu diperhatikan kesamaan tipe dari dua objek yang dibandingkan.

         4). Pertanyaan Nilai Idealisasi

             Pertanyaan idealisasi menyangkut dengan tenaga edukatif, karena tenaga edukatiflah  yang harus diperhatikan perencana kurikulum, serta mencari informasi tentang hasil program, dan selalu harus mengevaluasi diri bagaimana menjadikan program itu supaya menjadikan program itu supaya menjadi lebih baik untuk meningkatkan prestasi anak didik.

Pendekatan Dalam Evaluasi

Menurut  Cronbach ada dua pendekatan dasar terhadap evaluasi kurikulum, yaitu pendekatan saintistik dan humanistic, yaitu :

1). Pendekatan Saintistik

      Untuk mengetahui nilai perlu dibuktikan dengan mengetahui hasil dari beberapa eksperimen,  eksperimen  yang benar  memiliki tiga prosedur, yaitu;

  1. Dua kondisi atau lebih adalah tempat, paling tidak satu diantaranya adalah konsekwensi intervensi yang sengaja.
  2. Personil atau lembaga yang ditugaskan untuk menciptakan kelompok-kelompok yang sama.
  3. Semua peserta dirancang untuk ukuran yang sama. Fokus perhatian untuk pendekatan ini diarahkan kepada siswa, dikontrol sebaik mungkin. Informasi yang dikumpulkan berdasarkan kuantitatif, sehingga analisanya memakai pendekatan statistic. Keputusan-keputusan tentang program dibuat dengan komperatif lewat evaluasi.

                   2). Pendekatan Humanistik

      Aliran pendekatan ini beranggapan bahwa eksperimen itu tidak memberikan pendekatan yang benar. Pendekatan humanistic menggunakan pendekatan naturalistic yang bersifat kualitatif sebagai bahan masukan dalam evaluasi dan dilakukan intervensi dan diskusi dengan peserta. Dari kedua pendekatan ini tidak jarang orang menggunakannya, namun orang cendrung memakai salah satu diantara keduanya. Cronbach juga memberikan tiga keputusan yang dapat digunakan, yaitu ;

  1. Keputusan tentang pembelarajan
  2. Keputusan tentang individu guru dan siswa
  3. Keputusan tentang administrasi sekolah.

Macam-macam Evaluasi

1). Evaluasi Intrinsik dan Evaluasi Hasil

       Michael Scriven sebagai pelopor dari teori evaluasi ini menyatakan, bahwa kriterianya tidak diformulasikan dalam operasionalnya, criteria evaluasi merujuk pada kurikulum itu sendiri. Mengevaluasi kurikulum dengan pendekatan intrinsic ini perlu diperhatikan; cara pengurutan isi dan tipe-tipe materi yang akan dipergunakan. Jika rencana kurikulum mempunyai isis yang kuat dan akurat dari organisasi tertentu maka kurikulum itu akan efektif membangkitkan siswa dalam belajar. nilai dasar kurikulum yang telah dievaluasi perlu diuji terlebih dahulu sebelkum disampaikan. Dalam melakukan evaluasi hasil harus memperhatikan efeknya terhadap siswa, guru, orang tua, dan tenaga administrator sekolah.

2). Evaluasi Formatif dan Sumatif

       Evaluasi formatif adalah  evaluasi yang berasarkan pertumbuhan mencakup aktivitas-aktivitas untuk meningkatkan kualitas program yang ada. Keputusan diambil berdasarkan bukti-bukti yang dikumpul, kemudian dikembangkan untuk diimplementasikan. Dalam pertumbuhan evaluasi formatif, tenaga edukatif mempunyai cara yang berbeda. Jika sevaluasi menyangkut suatu unit kerja, maka prosedurnya akan melibatkan semua unsure terkait atau bersifat formal dan sistematik serta fleksibel.

           Evaluasi formatif sebagai pemandu menciptakan yang baru untuk memperbaiki kurikulum dan perlu disesuaikan dengan program yang ada. Menurut German Gronlond, guru dan pihak lain yang terkait    dalam evaluasi bukan hanya menentukan akibat-akibat yang diharapkan, tetapi mencari dan menguji munculnya akibat-akibat yang tidak diinginkan.

         Evaluasi sumatif bertujuan untuk mendapatkan gamabran keseluruhan kualitas kurikulum yang dihasilkan, hal ini bisa dilihat setelah proyek dikembangkan dengan sempurna dan telah dimplementasikan di sekolah. Evaluasi difokuskan pada efektif dan keseluruhan kurikulum atau pembelajaran. Evaluasi sumatif ini dibuat diakhir proyek atau pada bahan akhir unit kurikulum dan ia harus direncanakan untuk poin akhir. Evaluasi sumatif ini berguna untuk mendapatkan gambaran total dari produk kurikulum yang berkembang.

Model-Model Evaluasi

Evaluasi tidak hanya produk abad ini, tetapi evaluasi juga memiliki sejarah panjang, ini terlihat dengan apa yang dilakukan Josep Rice’s tahun 1897-1899 di Amerika Serikat dalam studi komperatif, sama dengan Robert Thorndike pada awal tahun 1900 tidak dapat diabaikan, ia malah dinobatkan menjadi babak tes evaluasi pendidikan. untuk mengetahui model-model evaluasi maka dapat dikemukakan sebagai berikut :

1). Model Evaluasi “Studi Delapan Tahun”

          Ralp Tyler 1933-1941 dalam studi delapan tahun  adalah evaluasi besar pertama, yang disponsori oleh Progresive Education Assosiation, penelitian ini dilakukan untuk membebaskan dominasi perguruan tinggi terhadap SLTA. Dalam proses evaluasi ini yang penting adalah studi menggunakan variasi tes, skala, intervensi, check list, daftar pertanyaan dan alat-alat lain untuk mendapatkan data. Tyler menyarankan dalam penelitiannya agar :

-          Membangun tujuan secara luas

-          Mengklasifikasi objek

-          Menjelaskan objek dalam tahap tingkah laku

-          Menemukan situasi dimana prestasi objek dapat ditunjukkan

-          Mengembangkan dan menseleksi teknik

-           Mengumpulkan data penampilan siswa

-          Membandingkan data dengan tingkah laku secra objektif

Tyler berpendapat bahwa evaluasi proses yang berulang-ulang dan feed-backnya digunakan untuk menformulasikan dan menjelaskan kembalitujuan-tujuan informasi yang terkumpul dapat dimasukkan ke dalam sistem untuk memodifikasikan tujuan-tujuan dan program yang sedang dievaluasi, putaran seperti ini membuat sistem evaluasi tetap dinamis,. modifikasi pada sasaran dapat berfungsi secara optimal.

2). Model evaluasi Merfessel dan Michel

          Pada akhir tahun 1960-an kelompok akademik mempresantisakan dengan variasi model Tyler. Model ini mempunyai delapan langkah utama dalam evaluasi, yaitu :

  1. Melibatkan anggota langsung atau tidak langsung  yang terdiri dari masyarakat pendidikan, anggota organisasi professional, para pelajar dan anggota masyarakat.
  2. Mengembangkan pola yang terpadu secara luas dan objek yang spesifik dan menyusun dengan cara hirarki dari hasil yang umum ke yang khusus.
  3. Menterjemahkan sasaran-sasaran khusus yang dihasilkan oleh langkah kedua, kedalam bentuk yang dapat berkomunikasi dan dapat pula diaplikasikan kedalam perbuatan program kurikulum.
  4. Menciptakan instrument yang penting untuk mengumpulakan ukuran criteria, karena dengan ini akan dapat ditarik kesimpulan kegiatan program dengan mengumpulkan tes.
  5. Membuat observasi periodic sepanjang implementasi dan melaksanakan program dengan mengumpulkan tes.
  6. Menganalisa data yang terkumpul dengan menggunakan prosedur statistic yang sesuai.
  7. Mengimplementasikan data mengenai standar penilaian khusus dan nilai yang menggambarkan oreantasi filosofis kurikulum.
  8. Dengan dasar informasi yang terkumpul memberikan rekomendasi untuk diterapkan lebih jauh, atau untuk memodifikasi elemen-elemen, tujuan, isi, pengalaman dan materi.

 3). Model Evaluasi Diskrefensi Model.

          Model ini dikembangkan oleh Malcom provous yang menggabungkan evaluasi dengan teori system manajemen yang terdiri dari empat komponen, YAITU :

  1. Menentukan standar program
  2. Menentukan unjuk kerja/performen program
  3. Membandingkan performen dengan standar
  4. Menentukan ketidaksesuaian antara performen dengan standar

Informasi yang tidak cocok selanjutnya dilaporkan kepada penentu kebijaksanaan yang selanjutnya harus mengambil keputusan atau tindakan pada setiap tingkatan dalam model proses ini, hal ini dapat dilihat pada tabel berikut :

LEVEL

PERFORMANCE

STANDAR

1

Desain Criteria desain

2

Pemasangan Kebenaran pemasangan

3

Proses Penyesuaian proses

4

Produk Perkiraan produk

5

Biaya Perbandingan biaya

 Desain

Desain meliputi desain program dengan standar desain. Program diuji untuk menentukan apakah benar sesuai dengan jangka waktu, sumber, materi dan lain. Semua ketidaksesuaian yang ada dalam desain program dan standar dilaporkan kepada pengambil keputusan dan harus memutuskan antara memutuskan dan membatalkan, merevisi atau menerima.

  1. Pemasangan

Pelaksanaan program seharusnya dibandingkan dengan pemasangan standar atau criteria yang benar. Karakteristik program dievaluasi, termasuk fasilitas, media, metode, kemampuan siswa dan kualifikasi staf, ketidaksesuaian antara program dan criteria dicatat dan dilaporkan kepada pengambil keputusan untuk mengambil langkah-langkah yang tepat

  1. Proses

Proses program harus dievaluasi termasuk siswa dan aktivitas staf, fungsi dan komunikasinya, jika prosesnya kurang tepat, maka dilaporkan kepada pengambil keputusan yang bertanggung jawab menyesuaikan.

  1. Produk

efek keseluruhan program dievaluasi dalam kaitan dengan origina gol. siswa dan staff produk, seperti halnya produk berhubungan dengan masyarakat dan sekolah itu. Informasi yang diperoleh akan membantu pembuat keputusan tentang  program penting dan harus dilanjutkan seperti halnya, diakhiri atau modifed

  1.  Biaya

Produk-produk program harus dievaluasi dari segi biaya, keuntungan, bahkan bukan saja dari segi uang tetapi juga medan dan waktu yang tersirat jawabannya dan mempunyai implikasi ekonomi, social dan politik.

Provous mengatakan bahwa rencana evaluasi ini dapat digunakan membuat evaluasi program terus menerus dalam semua tindakan. Dari perencanaan sampai kepada implementasinya. Hal ini dapat dilaksnakan pada tingkat wilayah, region, dan bahkan nasional.

4). Model Evaluasi Congruance-Contingensi Stake

          Robert Stake membedakan pembahasan evaluasi secara prosedur formal dan prosedur informal. Formal lebih bersifat objektif dari pada subjektif, yang dalam pengumpulan data bermaksud untuk dapat mendiskripsikan dan mempertimbangkan dilakukan berdasarkan program yang sedang dievaluasi. Stake menunjukkan bahwa spesialisasi evaluasi lebih menekankan pada penyajian yang bersifat deskriptif dengan tujuan secara penuh, mengumpulkan dan melaporkan data untuk selanjutnya diproses. Stake berpendapat berpendapat bahwa data yang terkumpul dapat diorganisir ke dalam tiga badan informasi, kejadian sbelumnya, transaksi dan hasil. Stake menggaris bawahi bahwa transaksi terjadi antara siswa, dan guru, siswa dengan masyarakat. Transakasi adalah interaksi yang dimiliki siswa dengan materi kurikulum dan lingkungan.

          Dalam pendekatan evaluasi kita harus melihat metode out come khususnya prestasi, demikian juga tingkah laku dan keterampilan. Model Stake ini dalam perencanaan merupakan sebuah studi evaluasi yang menyediakan rangka kerja organisasi yang menunjukkan data yang akan dipertimbangkan dan bahkan mungkin berlawanan dengan apa yang direncanakan dan yang telah terjadi. Model ini menyusu tiga tipe data kedalam suatu matrik.

5). Model Evaluasi Stufflebeaam’s, Context, Input, Proses Produk

          Konsep stufflebeam dalam evaluasi dikenal dengan CIPP (Contect, Input, Proses dan Produk). Model evaluasi ini komprehensif dan kontinu. Tes evaluasi ini ada tiga tingkatan; yaitu menggambarkan (delineating), mendapat (obtaining), menyediakan (providing). Stufflebeam dan anggota Phidelta Kappa National Study committee on evaluation mencatat bahwa ada empat tipe dalam pengambilan keputusan yang dibutuhkan : keputusan perencanaan, keputusan strukturisasi, keputusan implementasi, keputusan kembali kepada yang pertama. Keempat tipe ini berhubungan dengan empat tipe evaluasi (CIPP).

          Evaluasi konteks melibatkan studi lingkungan dimana program itu dilaksanakan. Ia berpendapat bahwa evaluasi kontek adalah tipe yang paling besar, dengan demikian analisis situasi adalah dipentingkan dalam evaluasi ini. Evaluasi kontek ini merupakan aktivitas satu waktu saja, dan harus berlanjut mengumpulkan informasi sesuai dengan operasionalnya.

            Evaluasi input merupakan evaluasi tingkat kedua, dan evaluasi ini dirancang untuk menyediakan informasi guna menentukan mabagaimana menentukan sumber-sumber untuk mencapai sasaran. Evaluasi proses berkaitan dengan keputusan pelaksanaan kurikulum dengan mengendalikan dan mengatur rencana program. Program ini digunakan untuk mengatur kesesuaian antara kegiatan yang direncanakan dengan kegiatan yang sesungguhnya. Stufflebeam memberikan tiga strategi utama dalam penilaian proses;

  1.  Meramalkan kelemahan-kelemahan dalam merancang prosedur atau pelaksanaan selama tahap penyebaran.
  2. Menyediakan informasi untuk penilaian terprogram.
  3. Memelihara catatan setelah prosedur terjadi.

Evaluasi hasil.  Para penilai hasil mengumpulkan data untuk menentukan apakah hasil dari pelaksanaan itu sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan sejauh mana sasaran yang diharapkan tercapai. Penilaian ini memberikan petunjuk apakah akan dilanjutkan atau diubah.

Intended (maksud)

Actual (Fakta)

Akhir Perencanaan keputusan untuk menentukan tujuan/sasaran Pengambilan keputusan kembali untuk menilai dan memberi reaksi untuk hasil yangh akan dicapai
Pertengahan Penyusunan keputusan untuk merencanakan prosedur (tata cara/aturan) Penerapan keputusan untuk memanfaatkan, mengontrol, dan menyaring kembali

             Menurut Robert Zais untuk menentukan criteria kesuksesan atau keberhasilan dari seseorang atau siswa, ada empat standar yang dapat digunakan :

  1. Standar maksimum absolute, adalah pencapaian yang diputuskan oleh sedikit siswa artinya secara teoritis siswa dianggap normal
  2. Standar minimum absolute, adalah poin yang ditetapkan untuk menjamin kesuksesan asemua siswa, ini sangat berguna dalam situasi ketika kemampuan dasar diajarkan
  3. Standar relative, yaitu membandingkan kemampuan masing-masing siswa dengan kemampuan anggota group lainnya
  4. Standar ganda, yaitu menilai perkembangan masing-masing siswa selama program berlangsung.

Pemegang Peranan dalam Evaluasi

 Menurut Hilda Taba, evaluasi adalah pekerjaan bersama. Kerja sama ini sama penting terhadap proses evaluasi dengan bermacam aktivitas lain pada kurikulum secara keseluruhan, alasan yang paling tepat terhadap evaluasi kurikulum secara bersama berkaitan dengan usaha kolektif yang memungkinkan semua terlibat dalam menggambarkan kurikulum secara keseluruhan. Hilda menggambarkan kolaborasi tersebut dan melibatkan :

  1. Penilai, yaitu orang sangat berperan dalam pengembangan dan penerapan kurikulum di sekolah, merupakan sebuah timyang bertugas dan merancang dan mengumpulkan data sebagai badan dalam pengambil kebijakan dalam pengambilan keputusan oleh pejabat sentral sekolah.
  2. Guru, adalah tenaga professional yang paling nyata dalam memikul perananpada satu evaluasi.
  3. Komite, yaitu perwakilan dari masyarakat, kaum awam. Orang yang peduli dengan pendidikan, pengelola, guru, tergantung pada peraturan sekolah dan level kurikulum.
  4. Konsultan, adalah tenaga ahli yang diambil dari luar untuk mengonsep pendekatan evaluasi dan mengkoordinasikan evaluasi.

 

KESIMPULAN

Bab ini berkaitan dengan evaluasi kurikulum. Dimulai dari diskusi tentang dasar dan tujuan evaluasi, dan dialamatkan sebagai pertanyaan utama yang dikemukakan terhadap proses. Beberapa definisi dari evaluasi ditampilkan sama dengan bermacam pendekatan terhadapnya. Kami membuat evaluasi sebagai aspek penting dari perkembangan kurikulum, hal ini membutuhkan keadilan dan sumber, sama halnya dengan peningkatan level dalam perkembangan kurikulum.

Evaluasi adalah langkah yang komplek. Kami mendiskusikan mengenai model utama yang telah dikembangkan secara lengkap dengan menyokong dan kritik terhadapnya. Bidang evaluasi kurikulum bukannya tanpa argumen. Untuk menjelaskan dinamika bidang ini, kami mendiskusikan metodologi yang berkaitan dengan evaluasi. Rangkaian ini dimulai dari memilih dan merumuskan saran untuk merumuskan tipe tes sampai kepada bekerja mengumpulkan data. Bab ini ditutup dengan penjelasan tentang bagaimana peranan yang dapat dimainkan oleh orang-orang dalam usaha evaluasi.

About these ads
 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: