RSS

Kegiatan Belajar Mengajar

04 Nov

PENDAHULUAN

Kegiatan belajar-mengajar merupakan inti dan pelaksanaan kurikulum Baik-buruknya mutu pendidikan atau mutu lulusan dipengaruhi oleh mutu kegiatan belajar-mengajar. Bila mutu lulusanya bagus dapat diproduksi bagus mutu kegiatan belajar-mengajarnya juga bagus: atau sebaliknya, bila mutu kegiatan belajar-mengajarnya bagus, maka mutu lulusannya juga akan bagus.

Di lingkugan sekolah, para siswa memilik kemampuan yang heterogen, baik kemampuan awal, minat, dan gaya belajarnya masing-masing. Mengajar anak-anak yang memiliki kemampuan heterogen pun berbeda dengan mengajar anak-anak yang memiliki kemampuan homogen. Oleh karenanya sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung perlu dilakukan perencanaan kegiatan belajar mengajar.

A.  Rancangan Pembelajaran

Kegiatan belajar-mengajar hendaknya dirancang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa, serta mengacu kepada kurikulum yang telah dikembangkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang kegiatan belajar mengajar antara lain seperti di bawah ini.

 1. Merencanakan Kegiatan Belajar Mengajar

  1. Merencanakan pengelolaan kelas
  2. Merencanakan pengorganisasian bahan
  3. Merencanakan pengelolaan kegiatan belajar mengajar
  4. Merencanakan penggunaan sumber belajar
  5. Merencanakan penilaian

2. Melaksanakan Kegiatan belajar Mengajar

  1. Menyajikan materi/bahan pelajaran
  2. Mengimplementasikan metode, sumber belajar dan bahan latihan yang sesuai dengan kemampuan awal dan karakterisitik siswa, serta sesuai dengan tujuan pembelajaran
  3. Mendorong siswa untuk terlihat secara aktif
  4. Mendemonstrasikan penguasaan materi pelajaran dan relevansinya dalam kehidupan
  5. Mengelola waktu, ruang, bahan, dan perlengkapan pengajaran.

3. Membina Hubungan Antarpribadi

  1. Bersikap terbuka, toleran, dan simpati terhadap siswa
  2. Menampilkan kegairahan dan kesungguhan
  3. Mengelola interaksi antarpribadi

4. Melaksanakan Evaluasi

  1. Melakukan penilaian selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung, baik secara lisan tertulis, maupun melalui pengamatan
  2. Mengadakan tindak lanjut.

B.  Prinsip-prinsip Pembelajaran

Kegiatan belaiar-mengajar dilaksanakan dengan maksud untuk mencapai tujuan pembelajaran. Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif, efisien dan menarik guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran.

a. Prinsip Motivasi

Guru harus senantiasa memberikan motivasi kepada sisa agar tetap memiliki gairah dan semangat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar.

b. Prinsip Latar/Koteks

Guru perlu mengenal siswa secara mendalam, menggunakan contoh, memanfaatkan sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar, dan semaksimal mungkin menghindari pengulangan-pengulangan materi pengajaran yang sebenarnya tidak terlalu penuh bagi anak.

c. Prinsip Keterarahan

Setiap akan melakukan kegiatan pembelajaran, guru harus merumuskan tujuan secara jelas. rnenapkan hahan dan alat ang sesual serta mengembangkan strategi pembelajaran yang tepat.

d. Prinsip Hubungan Sosial

Dalam kegiatan belajar-mengajar, guru perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu mengoptimalkan interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, guru dengan siswa dan lingkungan, serta interaksi banyak arah.

e. Prinsip Belajar Sambil Bekerja

Dalam kegiatan pembelajaran, guru harus banyak memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan praktek atau percobaan atau menemukan seseatu melalui pengamatan, penelitian, dan sebagainya.

f. Prinsip Individualisasi

Guru perlu mengenal kemampuan awal dan karakteristik setiap anak secara mendalam baik dari segi kemampuan maupun ketidakmampuannya dalam menyerap materi pelajaran. kecepatan maupun kelambatannya dalam belajar, dan perilakunya, sehingga setiap kegiatan pembelajaran masing-masing anak mendapat perhatian dan perlakuan yang sesuai.

g. Prinsip Menemukan

Guru perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu memancing anak untuk terlihat secata aktif baik fisik, mental, sosial, dan/atau emosional.

h. Prinsip Pemecahan Masalah

Guru hendaknya sering mengajukan berbagai persoalan/problem yang ada di lingkungan sekitar, dan anak dilatih untuk merumuskan, mencari data, menganalisis, dan memecahkannya sesuai dengan kemampuan.

C.  PELAKSANAAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Kegiatan belajar mengajar akan berbeda baik dalam srategi, kegiatan media, dan metoda dalam setiap pelaksanaannya. Beberapa kegiatan belajar mungkin dilakukan berdasarkan literatur-literatur tertentu, sementara yang lainnya belajar yang sama akan lebih efektif apabila melalui observasi dan eksperimen. Beberapa anak memerlukan alat bantu tulis untuk mengingat sesuatu, mungkin yang lainnya cukup dengan hanya mendengarkan. Beberapa sisa mungkin memerlukan kertas dari pensil untuk mengingat suatu hubungan tertentu. sementara beberapa sisa lainnya cukup mengingat dengan hanya melihat saja. Beberapa sisa mungkin lebih senang belajar secara individual, sedangkan yang lainnya lebih senang secara berkelompok, Hilda Taba mengemukakan, bahwa berbedanya kebutuhan individu berbeda pula di dalam teknik belajar dalam upaya mengembangkan dirinya. Dewasa ini isitilah strategi belajar banyak dipergunakan di dalam teori kognitif dan penelitian. Hal itu berhuhungan dengan strategi individu dalam hal pemusatan perhatian, pemecahan rnasalah. mengingat dan mengawasi proses belajar dan pemecahan masalah.

Hambatan belajar dapat berasal dan kesulitan menentukan strategi belajar dan metoda belajar lainnya sebagai akibat dan faktor-faktor biologis, psikologis, lingkungan, atau gabungan dan beberapa faktor tersebut. Sebagai contoh gangguan sensori seperti hilangnya penglihatan atau pendengaran, merupakan hambatan dalam memperoleh masukkan informasi dan luar berfungsi minimal otak mungkin akan berakibat yang cukup serius terhadap konsentrasi.

1. Merencanakan Kegiatan Belajar Mengajar

a. Merencanakan Pengelolaan Kelas

1) Menentukan ruang kelas sesuai dengan tujuan pembelajaran

2) Menentukan cara pengorganisasian siswa agar setiap siswa dapat terlihat secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar, misalnya:

- Individual
- Berpasangan
- Kelompok kecil
- Kalsikal

b. Merencanakan Pengorganisasian Bahan

1) Menetapkan bahan utama (pokok) yang akan diajarkan

2) Menentukan bahan pengadaan untuk siswa yang pandai

3) Menentukan bahan remedi untuk sisa kurang pandai.

c. Merencanakan Pengelolaan Kegitaan Belajar Mengajar

1) Merumuskan tujuan pembelajaran

2) Menentukan metode mengajar

3) Menentukan urutan/langkah-langkah mengajar, misalnya:

• Pembukaan/apersepsi
• Kegiatan ini
• Penutup/evaluasi

d. Merencanakan Penggunaan Sumber Belajar

1) Menentukan sumber bahan pelajaran (misalnya Buku Paket, Buku Pelengkap, dan sebagainya)

2) Menentukan sumber belajar (misalnya globe, foto, benda asli, benda tiruan, lingkungan alam, dan sebagainya)

e. Merencanakan Penilaian

1) Menentukan bentuk penilaian (misalnya tes lisan, tes tertulis, tes perbuatan)

2) Membuat alat penilaian (menuliskan soal-soalnya)

3) Menentukan tindak lanjut.

2. Melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar

a. Berkomunikasi dengan Siswa

1) Melakukan apersepsi

2) Menjelaskan tujuan mengajar

3) Menjelaskan isi/materi pelajaran.

4) Mengklarifikasi penjelasan apabila siswa salah mengerti atau belum
paham.

5) Menanggapi respon atau pertanyaan siswa

6) Menutup pe1ajaran (misalnya merangkum, meringkas, menyimpulkan,
dan sebagainya)

b. Mengimplementasaikan Metode, Sumber Belajar, dan Bahan Latihan yang sesuai dengan tujuan Pembelajaran.

1) Menggunakan metode mengajar yang bervariasi (misalnya ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas, dan sebagainya)

2) Menggunakan berbagai sumber belajar (misalnya globe, foto, benda asli, benda tiruan, lingkungan alam, dan sebagainya)

3) Memberikan tugas/lauhan dengan memperhatikan perhedaan individual

4) Menggunakan ekspresi lisan dan/atau penjelasan tertulis yang dapat mempermudah siswa untuk memahami materi yang diajarkan.

c. Mendorong Siswa untuk Terlibat Secara Aktif

1) Memberi kesempatan kepada siswa untuk terlihat secara aktif (misalnya dengan mengajukan pertanyaan, memberi tugas tertentu, mengadakan percohaan berdiskusi secara berpasangan atau dalam kelompok kecil, belajar berkooperatif)

2) Memberi penguatan kepada siswa agar terus terhihat secara aktif

3) Memberikan pengayaan (tugas-tugas tambahan) kepada siswa yang pandai

4) Memberikan latihan-latihan khusus (remidi) bagi siswa yang dianggap memerlukan.

d. Mendemostrasikan Penguasaan Materi Pelajaran dan Relevansinya dalam Kehidupan.

1) Mendemostrasikan Penguasaan materi pelajaran secara meyakinkan (tidak ragu-ragu)

2) Menjelaskan relevansinya materi pe1ajaran yang sedang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari.

e. Mengelola Waktu, Ruang, Bahan, dan Perlengkapan Pengajaran

1) Menggunakan waktu pengajaran secara efektif sesuai dengan yang
direncanakan.

2) Mengelola ruang kelas sesuai dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran.

3) Menggunakan bahan pengajaran (misalnya bahan praktikum) secara etisien

4) Menggunakan pertengkapan pengajaran (misalnya peralatan percohaan) secara efektifdan efisien.

f. Melakukan Evaluasi

1) Melakukan penilaian selama kegiataan belajar-mengajar berlangsung (baik secara lisan, tertulis, maupun pengamatan)

2) Mengadakan tindak lanjut hasil penilaan.

D.  PEMBINA HUBUNGAN ANTARPRIBADI

1. Bersikap Terbuka Toleran, dan Simpati terhadap Siswa

  1. Menunjukkan sikap terbuka (misalnya mendengarkan, menerima, dan sebagainya terhadap pendapat sisa
  2. Menunjukkan sikap toleran (mau mengerti) terhadap siswa
  3. Menunjukkan sikap simpati (misalnya menunjukkan hasrat untuk memherikan bantuan) terhadap permasalahan/kesulitan yang dihadapi siswa
  4. Menunukkan sikap sahar (tidak niudah marah dan kasib sayang terhadp siswa.

2. Menampilkan Kegairahan dan Kesungguhan

  1. Menunjukkan kegairahan dalam mengajar
  2. Merangsang minat siswa untuk belajar
  3. Memberikan kesan kepada siswa bahwa ia menguasai bahan yang diajarkan

3. Mengelola lnteraksi Antarpribadi

  1. Memberikan ganjaran (reward) terhadap siswa yang herhasil
  2. Memberikan bimbingan khusus terhadap siswa yang belum berhasil
  3. Memberikan dorongan agar terjadi interaksi antarsiswa
  4. Memberikan dorongan agar terjadi interaksi anatara siswa dengan guru

E.  KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

  1. Bertanya
  2. Memberi penguatan
  3. Mengadakan variasi
  4. Menjelaskan
  5. Membuka dan menutup pembelajaran
  6. Membimbing diskusi kelompok kecil
  7. Mengelola kelas
  8. Mengajar kelompok kecil dan perorangan

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on November 4, 2011 in Desain Pembelajaran

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: