RSS

LANDASAN SEJARAH KURIKULUM

21 Sep

PENDAHULUAN

         Banyak kurikulum sering kali kekurangan perspektif historis, mereka bersandar pada sejarah dari pendidikan Amerika untuk meneliti warisan dari kurikulum. Kajian pertama 200 tahun (atau lebih) dari kurikulum, sampai ke putaran abad ke 20, kita dapat memandang kurikulum terutama dalam kaitan dengan menggunakan istilah mengembangkan pokok bahasan atau isi yang dominan dari filsafat perennialisme. Bukan sampai peningkatan progresif dan ilmu pengetahuan di dalam pendidikan (pemakaian metoda-metoda empiris, analisa dari perilaku manusia, dan generalisasi). Pergeseran ini terjadi pada awal tahun dari abad ke 20.

         A. PERIODE KOLONIAL (1642-1772)

ü  Tujuan sekolah yang utama adalah mengajar anak-anak membaca Kitab Injil dan menyampaikan pesan sosial.

ü  Materi pokok : membaca, menulis, mengeja untuk pemahaman hukum adat

ü  Membaca dan keterampilan dalam berbahasa menjadi  dasar dalam kurikulum SD pendidikan di Amerika.

Tiga Daerah Kolonial

        Tahun 1642 : Sekolah perlu orang tua walimurid bahwa anak mereka dapat membaca, paham prinsip agama, hukum, tindakan yang dituakan. Tahun 1647 :Sekolah perlu didirikan tiap-tiap kota sebanyak 50 sekolah. Satu sekolah butuh = 100 pengajar (dari keluarga) Kurikulum sekolah terdiri dari pelajaran dasar (agama, keimanan,pengembangan tatakrama dan akhlak.

1)   Sekolah Kolonial

Hanya diikuti oleh sebagian kecil anak-anak usia SD secara regular.

2)   Sekolah Kota

Merupakan SD populer dan dikendalikan. Kehadiran anak disekolah tergantung pada kondisi cuaca dan kebutuhan keluarga.

3)   Sekolah Swasta

Dibentuk oleh masyarakat, minoritas, berbagai kesukuan, agama. Materi pelajaran : membaca, menulis, khotbah agama

4)   Sekolah Dasar Latin

5)   Didirikan tahun 1635 di kota Boston, Mengikuti pendidikan selama 8 tahun, kurikulumnya dari pelajaran klasik, suasana belajar sangat religius, guru menguji muridnya melalui khotbah.

6)   Akademi

7)   Didirikan tahun 1751 Pendidikan tingkat menengah (gagasan dari B.Franklin) Menawarkan suatu kurikulum praktis bagi siswa yang tidak akan masuk ke Perguruan Tinggi.

8)   Perguruan Tinggi

Siswa kebanyakan kuliah ke Harvard atau Yale. Terpanggil untuk menjadi pendeta dan mengajarkan Kitab Injil. Siswa harus mampu dalam pelajaran bahasa Latin dan Yunani Klasik

B. PERIODE NASIONAL (1776-1850)

           Misi baru pendidikan mulai muncul pada periode Revolusioner sampai periode Nasional Jefferson : “Jika suatu bangsa diharapkan untuk menjadi bodoh dan hidup tanpa peradaban, harapan tersebut tidak akan pernah ada dan tidak akan pernah terjadi nantinya jika masih ada pendidikan

1)   Rush :Ilmu Pengetahuan, Kemajuan dan Bebaskan Pendidikan

2)   Benjamin Rush (1745-1813) : Seorang pakar, materi klasik. Mendorong munculnya prasangka dalam rakyat jelata, yang simpati terhadap institusi belajar, Kurikulum : materi pembacaan, penulisan,perhitungan di tingkat SD.

3)   Jefferson (1743-1826) : Pendidikan Untuk Kewarganegaraan Masyarakat agraris dan kaum tani kota besar untuk demokrasi. Negara bertanggungjawab untuk membiayai pendidikan menuju masyarakat yang demokratis yang diambilkan dana dari biaya pajak.

4)   Para siswa yang superior agar diterima disekolah menengah, dengan biaya gratis, dan di perguruan tinggi. Webster (1758-1843): Pemilik Sekolah dan Nasionalisme Budaya Webster, menentang Amerika dalam pemerintah yang memakai bahasa Inggris, dan diharuskan memakai bahasa sendiri. Akhirnya dia mendirikan pendidikan berkaitan dengan bahasa Amerika, menulis ejaan untuk para siswanya.

5)   McGufey (1800-1873) : Pembaca dan Kebaikan Amerika

6)   Menaruh rasa hormat pada Eropa atas pemberian Ilmu pengetahuan, seni, hukum, literatur, tatakrama yang telah ditanamkan Eropa selama penjajahan ke Amerika.
C. PENGARUH EROPA ABAD KE- 19

           Tema perubahan pada diskusi pendidikan kurikulum tradisional lebih menekankan bahasa Latin Yunani, tidak pada pelajaran bahasa klasik. Praktek dalam pendidikan baru telah dikembangkan yang bertentangan dengan metoda menghafal tanpa belajar berpikir, penghafalan dan hukuman badan.

  1. Pestalozzi (1746-1827): Metoda Khusus dan Umum
  1. Pembaharu bidang pendidikan, meletakan SD Modern
  2. Menyatakan, Proses pendidikan harus didasarkan pada pengembangan alami anak dan pengaruh sensory yang berhubungan dengan perasaan dimana pikiran ini sama dengan pemikiran dari aliran progresif dan enviromentalis.
  3. Kurikulum pada pengalaman anak-anak baik dalam keluarga dan dirumah mereka.
  4. Metoda khusus mempertibangkan pikiran sehat melalui visual dan indera pendengaran anak-anak dalam proses pendidikan.
  5. Bangsa Jerman
  6. Istilah : Kebun anak, usia 3-4 tahun
  7. Pendidikan anak pada pengaturan permainan
  1. Froebel (1782-1852) : Pergerakan Taman  Kanak-Kanak

3.  Herbart (1776-1841) : Moral dan Pengembangan Intelektual

Pendidikan : Pengembangan karakter moral (minat akan pengetahuan ;data empiris, data faktual, gagasan teoritis; dan minat etis: hukuman pribadi, kebajikan, rasa hormat, keadilan )

4. Spencer: Pendidikan Ilmiah dan Bermanfaat

Kurikulum mencakup :

Mendukung kehidupan

Meningkatkan kehidupanMembantu membesarkan anak-anak

Memelihara hubungan sosial dan politis

Meningkatkan kesenangan, tugas dan perasaan.

D. MUNCULNYA PENDIDIKAN UNIVERSAL (1820-1920)

          Persamaan dan individualisme merupakan konsep penting, yang dinyatakan dalam pernyataan kemerdekaan. Argumentasi tradisional menyatakan bahwa pendidikan “masa” mempunyai arti penting dalam keikutsertaan dalam demokrasi, politis dan meluas di sekolah umum ke sekolah menengah.

1)   Sekolah Monitorial Menciptakan sekolah murah Siswa yang cerdas: sebagai instruktur bagi 10 siswa. Pendidikan mempunyai suatu nilai atau harga pasar.

2)   Kurikulum Tingkat SD

Menambahkan kursus pada materi pelajaran dasar yang penting : membaca, mengeja, tata bahasa, dan berhitung, Doktrin agama mengubah pembelajaran tatakrama dan moral

3)   Akademi. Menawarkan kurikulum yang luas. Tujuan : penetapan pelajaran yang punya nilai dan mempersiapkan siswa ke perguruan tinggi, pelajaran utama : ilmu modern untuk menghadapi kondisi berubah-rubah.

E.  MASA TRANSISI (1893-1918)

 1.Penegasan Kembali Kurikulum Tradisional (Panitia Tiga)

          Asosiasi Pendidikan Nasional (NEA) mengatur 3 panitia. Panitia merupakan pakar-pakar yang menguasai dan spesialisasi dalam pelajaran tertentu: Panitia 15: Pendidikan Dasar. Panitia 10: Sekolah Menengah. Panitia untuk kebutuhan memasuki Perguruan Tinggi.

2. Flaxner (1866-1959) : Sebuah Kurikulum Modern.

Menolak kurikulum tradisional untuk sekolah menengah. Mengusulkan 4 kurikulum : 1) Science, 2) Industry, 3) Civics, 4) Aestetics

3. John Dewey (1859-1952) : Pendidikan Pragmatis dan Prinsip Ilmiah Menerbitkan buku pendidikan dan demokratis. Menyatakan bahwa, pelajaran tidak bisa ditempatkan dalam satu nilai hirarki. Pelajaran bertujuan : meningkatkan kemampuan perkembangan pengalaman anak, dan pengalaman yang dirangsang untuk berkembang, dan internalisasi kemampuan intelektual dalam proses pendidikan anak.

F. LAHIRNYA KURIKULUM  SEBAGAI SISTEM INFORMASI (1918-1949)

Awal abad ke-20 merupakan masa fermentasi bidang pendidikan, metode pelatihan riset, pengaruh psikologi, pergerakan belajar, gagasan efisiensi dalam industri, pergerakan progresive dalam masyarakat, semuanya mempengaruhi pendidikan

1.     Bobbit dan Charters (1876-1956): Behaviorisme dan Prinsip Ilmiah

Dipengaruhi oleh gagasan efisiensi yang mengutamakan bisnis dan industri.

Prinsip perencanaan kurikulum dengan memusatkan atas pendekatan aktivitas. Mempunyai suatu pengaruh dalam kurikulum adalah : (1) Prinsip yang dikembangkan (tujuan,sasaran, kebutuhan dan belajar pengalaman), (2) Mengaris bawahi penggunaan sasaran hasil tingkah laku dalam  berbagai gagasan pendidikan, (3) Memperkenalkan gagasan tentang lingkungan sasaran hasil, (4) Penekanan kurikulum membuat potongan materi pelajaran.

2. Buku Tahunan ke -26

Tahun 1927 untuk Studi Pendidikan (NSEE) menerbitkan buku tahunannya yang ke 26. Pembuatan kurikulum : Masa lampau dan masa kini. Kurikulum yang ideal harus memuat :

  1. Terpusat pada hubungan dalam kehidupan manusia
  2. Berhadapan dengan kenyataan dan permasalahan lokal, nasioanl dan masyarakat internasional.
  3. Memungkin para siswa untuk berpikir kritis
  4. Menginformsikan dan mengembangkan suatu sikap
  5. Mempertimbangkan minat siswa dan kebutuhan, diskusi, gagasan
  6. Berhadapan dengan isu kehidupan modern. Historis, budaya
  7. Mempertimbangkan pemecahan masalah aktivitas, praktek
  8. Berisikan pemecahan masalah dan latihan
  9. Berhadapan dengan perikemanusiaan, sikap membangun.

 3. Rugg dan Caswell (1920-1940):
          Periode Pengembangan

Kurikulum harus direncanakan terlebih dahulu oleh guru sebelum melanjutkan kepada proses pembelajaran. Terdapat tujuh poin penting yang dipermasalahkan dalam membuat kurikulum adalah :

1)   Apa sesungguhnya kurikulum itu

2)   Mengapa dibutuhkan revisi kurikulum

3)   Apa yang merupakan fungsi pokok dari materi pelajaran

4)   Bagaimana cara kita menentukan sasaran hasil bidang pendidikan

5)   Bagaimana cara kita mengatur kurikulum

6)   Bagaimana cara kita memilih materi peljaran

7)   Bagaimana cara kita mengukur hasil pelajaran

 4. Tyler (1902): Prinsip Dasar

  1. Menerbitkan = 700 artikel dan 16 atas pokok materi Kurikulum, pembelajaran dan evaluasi.
  2. Model Tyler : masuk akal, logis, dan pendekatan sistematis dalam kurikulum
  3. Bahwa : semua pelajaran dapat diorganisir disekitar model, gagasan berakar pada aliran progresive (yang menekankan kebutuhan pelajar), prosedur ilmiah, dan behaviorisme lingkungan , sasaran hasilnya menjadi pertimbangan yang paling utama.

 KESIMPULAN

1)   Landasan Sejarah kurikulum dari periode kolonial ke sekitar PD I, adalah sebagai pengembangan pendidikan terkait dengan prinsip hasil pengaruh orang Eropa .

2)   Beberapa perubahan  dari perennialisme  ke progresif muncul abad  ke 19, Tetapi gagasan-gagasan ini dibatasi pada diskusi dan teoritis sedikit; beberapa yang terisolasi dan inovatif di sekolah.

3)   Gagasan untuk prinsip dan proses dari kurikulum mulai menjelma setelah putaran dari abad ke 20, beserta penekanan pada prinsip-prinsip yang ilmiah dan filsafat progresif. Kurikulum sebagai suatu ladang dari studi, dengan metoda-metoda kepunyaannya dan teori-teori dan jalan? cara permasalahan pemecahan, sudah mewujudkan uang muka telah berlangsung sejak Tyler menulis teks dasarnya di kurikulum. Banyak  dari uang muka ini bersifat discussed.

                                                                                                            ^ORNSTEIN &  HUNKINS BAB 3

About these ads
 
 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: