RSS

HAKEKAT ILMU PENGETAHUAN

15 Sep

Pengantar

Filsafat terletak pada titik sentral dalam dunia pendidikan. Pernyataan ini barangkali lebih terasa benarnya dalam bidang kurikulum, karena kurikulum dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan “akan menjadi apa manusia itu?”(Zais, 1976), atau bagaimana anak dapat mencapai hidup yang baik?”(Schubert, 1986).

Tujuan utama pendidikan adalah untuk membelajarkan anak didik untuk mencapai ilmu pengetahuan bagi khidupan yang baik. (knowledge of the good). Pada hakekatnya dapat dikatakan bahwa filsafat mulai timbul dan berkembang karena terasa perlunya mengumpulkan ilmu pengetahuan yang dapat membantu manusia membuat keputusan-keputusan yang tepat dan bijaksana bagi kesejahteraan hidupnya.

Isi

Filsafat dan Kurikulum

Hakekat utama “Filsafat Hidup” yang ingin dimasukkan dalam kurikulum adalah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, karekteristik ilmu pengetahuan perlu dipahami para ahli kurikulum. Para ahli mengklasifikasikan kajiannya pada 3 kategori filsafat yang sangat berkaitan erat dengan pengambilan keputusan kurikulum, yaitu:

>> Ontologi, hakekat realita

Kegiatan-kegiatan belajar berdasarkan ontologi realita itu hampir semuanya berbentuk verbal atau berupa kertas dan pensil. Berdasarkan kurikulum ontology ini cenderung bersifat “belajar verbal”(verbal learning) berupa pemompaan data, informasi, dan lain-lain yang harus dipelajari dan dihafal para peserta didik. Ontology ini terbagi menjadi 3 aliran, yaitu:

>>Ontologi Supernatural

Pengetahuan bersifat absolute benar dan cara memperolehnya adalah melalui proses penerimaan (received) tanpa “reserve” dari sumbernya yaitu orang-orang yang mengetahuinya.

Implikasi kurikulum yang berpijak pada epistimologi penerimaan ini, antara lain, adalah materi atau konten kurikulum harus dipelajari pelajar tanpa perlunya pelajar diberi kesempatan untuk mempertanyakan materi itu.

Implikasi yang lain dari asumsi supernatural tersebut adalah timbulnya kecenderungan guru untuk bersifat otokratik pula, guru bertindak sebagai penguasa tunggal dalam kelas yang diajarnya, yang dinominasi komunikasi satu arah, dari guru ke murid.

>> Ontologi Bumi

Pengajaran ilmu-ilmu pasti alam di sekolah-sekolah yang dimulai pada akhir abad XIX sangat besar dipengaruhi filsafat bumi. Oleh karena kehidupan yang baik tergantung pada pengetahuan hokum-hukum alam. Pengaruh lain dari ontology bumi pada kurikulum adalah diutamakannya pengetahuan tentang fakta-fakta yang dianggap pasti benar dan dengan deskripsi kuantitatif seperti hokum-hukum, dalil-dalil, serta fakta-fakta alam lainnya.

>> Ontologi Manusia

Cabang utama dari ontology manusia adalah pragmatisme. Kurikulum menurut kaum pragmais, lebih mementingkan perkembangan individual peserta didik bagi peningkatan kemampuan social dalam kehidupan demokratik. Kurikulum tidak diarahkan pada penguasaan sekelompok mata pelajaran yang harus dipelajari, tatapi lebih mengutamakan pemberian kesempatan untuk melakukan kegiatan-kegiatan belajar yang memungkinkan pelajar memperoleh pengalaman belajar untuk mengkonstruksikan sendiri realita dunia ini.Kesimpulan tentang bentuk dan arah kurikulum pragmatisme adalah :

a. Berpusat pada pelajar (sudent centered)

b. Lebih mengutamakan kegiatan-kegiatan belajar mengenai pelajaran ilmu-ilmu social.

c.Berorientasi pada perolehan pengalaman untuk pemecahan masalah social.

d. Lebih berorientasi proses daripada orientasi konten

e.Mendorong pengembangan pelajar untuk mengkonsepsikan ilmu pengetahuan bagi pengambilan keputusan.

  1. Episistimologi, hakekat ilmu pengetahuan

Adanya kaitan yang erat antara ontology dan epistimologi. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ontology dunia atas (supernatural) mengarah pada episistimologi supernatural pula, sedangkan ontology bumi menghasilkan episistimologi empiris.

Apabila kita kaitkan dengan kurikulum, episitomologi konstruksi pengetahuan ini mempunyai beberapa karakteristik, yaitu:

  1. Konten cenderung fleksibel
  2. Konten tidak sepenting penguasaan bagaimana memperoleh ilmu pengetahuan itu.
  3. Kurikulum akan meletakkan tekanan lebih berat pada pelajaran proses (the low).
  4. Aksiologi, hakekat nilai

Aksiologi menyangkut pembicaraan tentang nilai. Cabang filsafat ini berusaha menjawab pertanyaan “apakah yang bagus itu? Apa yang baik dilakukan orang?”. Aksiologi mencakup dua kategori utama, etika dan esttika. Etika berkaitan dengan pengertian benar dan salah, baik dan jelek dalam kehidupan manusia sehari-hari. Estetika menyangkut pengertian indah dan kesenangan pengalaman manusia. Etika dan estetika ini berkaitan erat dengan kurikulum.

SUSUNAN ALIRAN FILSAFAT

Masalah Aliran Filsafat Ontologi Episistimologi Aksiologi
Supernatural Realita yang mutlak benar berada di dunia atas sana (supernatural) Pengetahuan yang mutlak benar diterima (melalui wahyu atau cara mistik lainnya) Yang pasti baik dialah Tuhan atau yang ideal
Bumi Realita yang mutlak benar berada di atas bumi ini Pengeahuan yang mutlak benar ditemukan (melalui indera atau logika) Yang pasti baik menuruti hokum alam
Manusia Realita yang relatif bener adalah pengalaman manusia Pengetahuan yang relatif benar direkonstruksi (melalui pengalaman) Yang relatif baik adalah konsekwensi  yang disenangi
About these ads
 
 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: