RSS

Model-model Sistem Pembelajaran

07 Sep

Pengertian

Istilah model pembelajaran amat dekat dengan pengertian strategi pembelajaran dan dibedakan dari istilah strategi, pendekatan dan metode pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada suatu strategi,  metode, dan teknik.

Istilah “strategi “ awal mulanya dikenal dalam dunia militer terutama terkait dengan perang atau dunia olah raga, namun demikian makna tersebut meluas tidak hanya ada pada dunia militer atau olahraga saja akan tetapi bidang ekonomi, sosial, pendidikan.

Model Pembelajaran adalah suatu disain yang menggambakan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan siswa berinteraksi sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri siswa (Didang : 2005) Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998 : 203), pengertian strategi  (1) ilmu dan seni menggunakan sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam dan perang damai, (2) rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.

Soedjadi (1999 :101) menyebutkan strategi pembelajaran adalah suatu siasat melakukan kegiatan pembelajaran yang bertujuan mengubah keadaan pembelajaran menjadi pembelajaran yang diharapkan. Untuk dapat mengubah keadaan itu dapat ditempuh dengan berbagai pendekatan pembelajaran. Lebih lanjut Soedjadi menyebutkan bahwa dalam satu pendekatan dapat dilakukan lebih dari satu metode dan dalam satu metode dapat digunakan lebih dari satu teknik. Secara sederhana dapat dirunut sebagai rangkaian :

teknik >>>>> metode >>>>> pendekatan >>>>> strategi >>>>> model

Istilah  “ model pembelajaran” berbeda dengan strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan pendekatan pembelajaran. Model pembelajaran meliputi suatu satu desain yang luas dan menyuluruh.

Konsep model pembelajaran lahir dan berkembang dari pakar psikologi dengan pendekatan dalam setting eksperimen yang dilakukan. Konsep model pembelajaran untuk pertama kalinya dikembangkan oleh Bruce dan koleganya (Joyce, Weil dan Showers, 1992)

Perkembangan Model Pembelajaran

Pada perkembangannya, model pembelajaran sangat dipengaruhi oleh 2 (dua) aliran besar psikologi. Yaitu aliran Behaviourisme dan Konstruktivisme. Kedua aliran psikologi ini berkembang dan menghasilkan teori-teori pembelajaran, yang pada akhirnya bermuara pada model-model pembelajaran.

Disebabkan terjadinya perubahan paradigma yang sangat pesat. Aliran behaviourisme yang cenderung kepada cara-cara yang bersifat tradisionalis sdah mulai ditinggalkan. Sementara aliran Konstruktivisme semakin berkembang dan melahirkan teori-teori pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Hal ini dimungkinkan, karena aliran konstruktivisme lebih berorientasi pada perkembangan peserta didik sebagai subjek pembelajaran. Bukan lagi meletakkan siswa sebagai objek pembelajaran. Sehingga teacher centered yang terjadi pada aliran behaviourism tida lagi terjadi pada aliran konstruktivism.

Beberapa Model-model pembelajaran

Pada dekakde ini, ada banyak model pmebelajaran yang berkembang digunakan oleh para penggiat pendidikan. Dikarenakan banyaknya model-model pembelajaran, berikut penulis akan mengklasifikasikan model-model pembelajaran berdasarkan orientasi masing-masing pembelajaran.

1. Model ASSURE

merupakan suatu model yang merupakan sebuah formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas  Menurut Heinich at.al. (2005) model ini terdiri atas enam langkah kegiatan yaitu:

  • Analyze Learners (analisis peserta didik), disesuaikan dengan tingkat perkembangan, gaya belajar , dan kebutuhan peserta didik.
  • States Objectives (menyatakan tujuan), difokuskan pada tujuan kognitif, afektif, dan psikomotorik.
  • Select Methods, Media, and Material (memilih metode, media, dan materi), pemilihan metode yang tepat dengan tugas pembelajaran, memilih media yang tepat dengan materi yang disampaikan .
  • Utilize Media and materials (penggunaan media dan bahan), menggunakan dan mendesaian media sebagus mungkin agar pembelajaran lebih menarik dan menantang.
  • Require Learner Participation (partisipasi peserta didik di kelas), partisipasi aktif peserta didik dalam kelas akan berpengaruh pada pengalaman belajar yang diperoleh selama proses pembelajaran.

Evaluate and Revise (penilaian dan revisi), melihat  seberapa efektif dan efisiennya metode dan media pembelajaran yang dipakai dalam mencapai tujuan pembelajaran.

2. Model hanaffin and Peck

Tahap-tahap dalam model Hannafin and Peck: tahap analisis keperluan, tahap desain, dan tahap pengembangan dan implementasi. Penilaian dan evaluasi  dilaksanakan dalam setiap tahap tersebut. Dalam setiap tahapan pada model ini selalu mengikutsertakan penilaia dan evaluasi, sehingga dihasilkan dasar untuk menuju ke tahapan berikutnya.

Tahap-tahap model Hannafin and Peck

  • Tahap analisa kebutuhan: mengidentifikasi kebutuhan yang meliputi kebutuhan dalam mengembangkan suatu media pembelajaran; (a) tujuan dan objek media pembelajaran yang dibuat, (b) pengetahuan dan kemahiran yang diperlukan oleh kelompok sasaran, (c)peralatan dan keperluan media pembelajaran.
  • Setelah semua keperluan diidentifikasi, Hannafin dan Peck menekankan untuk menjalankan penilaian terhadap hasil itu sebelum melanjutkan ke tahap desain.
  • Tahap desain; bertujuan untuk mengidentifikasikan dan mendokumenkan kaedah yang paling baik untuk mencapai tujuan pembuatan media tersebut (informasi dari tahap analisa kebutuhan). Salah satu dokumen yang dihasilkan dalam fase ini ialah dokumen story board yang mencakup urutan aktivitas pembelajaran berdasarkan keperluan pelajaran dan objek media pembelajaran seperti yang diperoleh dalam tahap analisis keperluan. Penilaian perlu dijalankan dalam tahap ini sebelum dilanjutkan ke tahap pengembangan dan implementasi.
  • Tahap pengembangan dan implementasi; penghasilan diagram alur, pengujian, serta penilaian formatif (dilakukan sepanjang proses pengembangan media) dan penilaian sumatif (dilakukan setelah media selesai dikembangkan). Dokumen story board akan dijadikan landasan bagi pembuatan diagram alur  yang dapat membantu proses pembuatan media pembelajaran, serta untuk menilai kelancaran media yang dihasilkan seperti kesinambungan link,penilaian dan pengujian. Hasil dari proses penilaian dan pengujian ini akan digunakan dalam proses penyesuaian untuk mencapai kualitas media yang dikehendaki.

Model ini sangat menekankan proses penilaian dan evaluasi yang mengikutsertakan proses meliputi: proses pengujian dan penilaian media pembelajaran yang melibatkan ketiga fase secara berkesinambungan

3. Model ADDIE

Muncul pada tahun 1990 an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda. ADDIE adalah singkatan dari: analysis- design- development-implementation-evaluation.

Tahap-tahap Model ADDIE:

  • Analysis (analisa kebutuhan, identifikasi masalah, dan identifikasi tugas pembelajaran)
  • Design (merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR; specific, measurable, applicable, and realistic, menyusun tes, memilih strategi, metode, dan media pembelajaran yang tepat)
  • Development (mewujudkan desain tadi dalam bentuk nyata, misalnya dengan mencetak modul, kemudian mengembangkan modul dengan sebaik mungkin).
  • Implementation (langkah nyata menerapkan sistem pembelajaran yang kita buat)
  • Evaluation (sudah efektifkah sistem pembelajaran yang kita kembangkan)
 
3 Comments

Posted by on September 7, 2011 in Desain Pembelajaran

 

Tags:

3 responses to “Model-model Sistem Pembelajaran

  1. selly

    March 28, 2013 at 2:11 pm

    kurang model kemp

     
    • ulfiarahmi

      April 22, 2013 at 10:32 am

      terima kasih masukkannya, saya coba cari bahan dulu dan akan diposting pada postingan terbaru. Selamat menikmati dan memajukan pendidikan kita :)

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: